Home Lintas Jateng Guru Milenial Harus Kembangkan KKN

Guru Milenial Harus Kembangkan KKN

1749
0
Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran.

Demak, 3/10 (BeritaJateng.net) – SMKN 1 Sayung , Demak, menggelar workshop pengembangan perangkat pembelajaran bagi pendidik, Rabu (3/10/2018). Kegiatan yang digelar di ruang teknik pengelasan itu, diikuti oleh puluhan pendidik internal SMKN 1 Sayung dan pendidik sekolah imbas.

SMKN 1 Sayung sendiri, merupakan salah satu sekolah sebagai model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Ketua Tim Penjaminan Mutu Sekolah, Miftahul Ulum, S. Pd. M. Pd, menyatakan bahwa, workshop tersebut untuk merefresh kembali pengetahuan dan ketrampilan pendidik dalam menyusun perangkat pembelajaran, terutama perangkat yang terintegrasi dengan Science, Technologi, Engeneering (STEM) menyambut revolusi industri.

“Digitalisasi sebuah keniscayaan, tak bisa dibendung. Tugas pendidik adalah menyiapkan skill lulusan agar mampu bersaing. Salah satu cara untuk menyiapkannya dengan membuat proses pembelajaran yang mampu menjawab masalah kontektual di masyarakat,” katanya.

Workshop perangkat pembelajaran itu, menghadirkan narasumber Gigis Mohamad Afnan,S.Pd, M. Pd, Assesor BAN – SM Provinsi Jateng.

“Saya hadir disini, untuk mendorong dan memotivasi para pendidik agar selalu mengembangkan diri secara berkelanjutan tanpa merasa puas , karena tantangan pendidik akan semakin kompleks seiring berkembangannya teknologi,” kata Gigis yang juga Pengawas SMK Kabupaten Demak.

Gigis berharap agar pendidik terus mengembangkan diri dengan konsep Komunikasi, Kolaborasi dan Networking (KKN). “Sebab, komunikasi, kolaborasi dan networking saat ini sangat di butuhkan terutama dalam pembelajaran. Kolaborasi antar mata pelajaran akan menciptakan pembelajaran yg menarik,” bebernya.

Menurutnya, setiap pendidik harus melek teknologi tanpa membedakan mata pelajaran. Terlebih pendidik di SMK, harus selalu menyesuaikan metode dan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Contohnya kurikulum 2013 pendekatan Sainstifik, maupun pendekatan STEM dan berbagai model pembelajaran yang direkomendasikan.

“Apapun pendekatan dan model yang dikembangkan pendidik, mempunyai peran sentral. Untuk itu, mari rubah mindset kita. Setiap saat, kita harus mengembangkan diri dengan ber inovasi,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMKN 1, Sayung, Drs. Sutoko, MH, mengajak pendidik khususnya guru SMKN 1 Sayung, untuk mengetahui berbagai persoalan terkini tentang perkembangan teknologi digital dan dampaknya terhadap pendidikan. Pasalnya, pendidik di era milineal ini, harus bisa memanfaatkan digital teknologi untuk mengembangkan diri, khususnya dalam proses pembelajaran.

“Pengembangan diri pendidik, tentunya untuk menjamin mutu pendidikan. Mari kita jadikan budaya mutu, sebagai pijakan dalam bertindak,” ujarnya. (El)