Home Lintas Jateng Gunung Slamet Terbakar, Puluhan Pendaki Terjebak Api

Gunung Slamet Terbakar, Puluhan Pendaki Terjebak Api

Gunung Slamet

Purbalingga, 21/9 (BeritaJateng.net) – Kawasan padang rumput di lereng Gunung Slamet, Senin (21/9) dini hari diketahui terbakar. Kepulan asap tebal baru diketahui oleh penduduk sekitar pada pagi harinya saat matahari sudah mulai terbit.

Belum diketahui secara pasti luas areal yang terbakar. Sementara, sedikitnya 38 pendaki dari berbagai kota terjebak di puncak Gunung Slamet. Mereka dipastikan selamat dan saat ini masih dalam evakuasi Tim SAR Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja.

”Lokasi kebakaran kami perkirakan di sekitar pos 6 pendakian Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 2.700 meter diatas permukaan air laut. Beruntung, lokasi kebakaran bukan di areal vegetasi hutan kayu, tetapi di padang rumput dan ilalang,” kata Slamet, anggota SAR Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja.

Slamet mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan luasan dan penyebab kebakaran. Slamet hanya memperkirakan, lokasi kebakaran di padang rumput yang tinggi. Titik api tidak terlihat dari pos Bambangan, hanya kepulan asap saja. Sementara sumber api, diduga dari sisa perapian yang tidak dimatikan oleh para pendaki.

“Petugas SAR dan Perhutani telah naik ke lokasi kepulan asap, dan berusaha melokalisir titik api sehingga tidak meluas,” kata Slamet.

Sementara itu, petugas Pos Pendakian Bambangan, Waidin mengungkapkan, berdasar data para pendaki yang masih berada di puncak saat musibah kebakaran terjadi, hingga Senin (21/9) sore sebanyak 38 orang.

Jumlah ini terinci dari 28 orang berada di pos 7, dan selebihnya 10 orang berada di pos 6.  

”Untuk pendaki yang berada di pos 7, langsung dievakuasi melalui jalur Guci Tegal, sedang yang 10 orang, mereka saat ini berada di Pos V untuk istirahat, dan segera dievakuasi melalui jalur Bambangan. Mereka dalam kondisi selamat, ” kata Waidin.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengungkapkan, pasca penetapan status normal Gunung Slamet oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) tanggal 8 September 2015 pukul 17.00 WIB, pihaknya tidak langsung membuka pendakian.

Permintaan pendakian memang membludak dari para calon pendaki dari luar kota. Karena animo yang sangat besar, dan mengingat status Gunung Normal, maka pendakian mulai dibuka pada Jum’at (18/9).

”Sejak dibuka, jumlah pendaki yang mencatatkan diri di Pos Bambangan sekitar 450 orang. Mereka tidak saja berasal dari Purbalingga dan sekitarnya, tetapi juga para pendaki dari luar kota.  Untuk pendaki yang terjebak saat terjadi kebakaran, mereka kebanyakan dari Jakarta, bekasi dan Tangerang,” kata Prayitno disela-sela melakukan koordinasi di Pos Bambangan, Senin (21/9).

Prayitno menambahkan, pihak Dinbudparpora selaku pengelola pos pendakian Gunung Slamet di Bambangan, sudah berupaya mengantisipasi seminimal mungkin terjadinya kebakaran di puncak dengan memberikan sosialisasi kepada para pendaki.

Bahkan, sejumlah spanduk telah dipasang di sekitar pos pondok pemuda yang menjadi tempat istirahat para pendaki.

”Melalui petugas kami di lapangan, kami tak henti-hentinya untuk mengingatkan agar pendaki memastikan tidak meninggalkan bara api setitikpun di sepanjang jalur pendakian,” kata Prayitno. (BJ33)