Home Hukum dan Kriminal Gugatan Warga Korban Waduk Logung Dikabulkan Sebagian

Gugatan Warga Korban Waduk Logung Dikabulkan Sebagian

image

Kudus, 9/7 (Beritajateng.net)-Gugatan sebagian warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kudus terkait ganti rugi lahan miliknya yang terdampak pembangunan Waduk Logung, bisa bernafas lega. Pasalnya, hakim PN Kudus yang menyidangkan perkara tersebut mengabulkan sebagian dari gugatan yang mereka ajukan.

”Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan melihat bukti yang ada, majelis hakim memutuskan mengabulkan gugatan penggugat sebagian,” kata ketua majelis hakim Wijawiyata, Kamis (9/7).

Sebelumnya, pihak penggugat yakni warga pemilik lahan terdampak menggugat Pemkab Kudus untuk mengganti lahan mereka dengan lahan lain, bukan uang. Alasannya, uang ganti rugi yang ditetapkan oleh pemerintah yakni Rp 31.000 untuk lahan datar dan Rp 28.000 untuk lahan miring dinilai tidak cukup untuk membeli lahan pengganti.

Padahal, sebelum adanya rencana pembangunan waduk pemilih lahan menggantungkan hidup dari bercocok tanam ditempat tersebut. Mereka takut, jika uang ganti rugi diterima dan tidak cukup untuk membeli lahan pengganti, hal tersebut akan mempersulit hidup keluarganya dikemudian hari.

”Mengganti lahan yang terkena dampak pembangunan sarana umum harus dengan besaran uang bukan dengan lahan lain. Mengganti lahan dengan lahan, tidak sesuai dengan undang-undang dan dapat dipastikan melanggar asas kepastian,” tambah majelis hakim.

Dalam putusan tersebut juga dikatakan, jika pemerintah harus mengganti lahan dengan lahan lain, waktunya bisa tidak pasti. Diantaranya harus mencari lahan dalam waktu lama dan tentunya akan timbul masalah lain dan bisa menyebabkan pembangunan mundur.

”Dengan demikian majelis hakim memutuskan agar pihak tergugat dalam hal ini Pemkab Kudus mengganti lahan dengan harga lebih tinggi,” tegasnya.

Putusan yang ditetapkan hakim diantaranya, besaran ganti rugi untuk lahan miring yang awalnya Rp28.000 per meter menjadi Rp39.760 sedangkan lahan datar dari Rp31.000 per meter menjadi Rp44.020. Besaran kenaikan sebesar 42 persen mengacu pada harga emas di pasaran yang mengalami kenaikan dari harga awal Rp300 ribuan menjadi Rp500 ribuan.

Sebelum sidang ditutup, hakim mengatakan kedua belah pihak masih punya upaya hukum yang lain dan waktu untuk menentukan upaya hukum lain terkait putusan tersebut dihitung dari hari putusan hingga 14 hari kedepan.

Sementara itu Kepala Bagian Hukum Pemkab Kudus Suhastuti ditemui usai sidang belum bisa memutuskan langkah apa yang akan ditempuh. Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk menentukan langkah selanjutnya.

Hal senada diungkapkan kuasa hukum penggugat Widodo. Menurutnya, timnya akan mendiskusikan putusan ini dengan warga yang memberinya kuasa. (BJ12)