Gugatan Warga Kebonharjo Terkait Pembongkaran Rumah dan Bangunan Tidak Diterima

Gugatan Warga Kebonharjo Terkait Pembongkaran Rumah dan Bangunan Tidak Diterima

SEMARANG, 5/1 (BeritaJateng.net) – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang tidak menerima gugatan perbuatan melawan hukum yang dimohonkan warga Kebonharjo terhadap PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan turut tergugat, Polrestabes atas. Sebab, gugatan itu dinilai obscuur libel atau kabur sehingga harus ditolak seluruhnya.

“Mengadili, menolak gugatan seluruh penggugat,” jelas ketua majelis hakim PN Semarang Sigit Haryanto saat membacakan amar putusannya dalam sidang di PN Semarang.

Menurut dia, reaktivasi rel kereta api itu melibatkan institusi seperti Ditjen Perkeretaapian, PT KAI dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Adapun, warga Kebonharjo menggugat PT KAI dan Polrestabes, sehingga gugatan tersebut kurang pihak.

Atas putusan itu, hakim memberikan kesempatan kepada pihak penggugat maupun tergugat yang keberatan bisa mengambil langkah berikutnya, yakni banding ke Pengadilan Tinggi Semarang.

Dalam perkara ini, warga Kebonharjo menggugat PT KAI dan Polrestabes membayar ganti rugi Rp 57 miliar secara tanggung renteng atas pembongkaran rumah dan bangunan milik warga.

Kuasa hukum warga Kebonharjo, Budi Sekoriyanto menilai putusan hakim belum bisa adil, apalagi pembongkaran itu tanpa ada penetapan pengadilan. PT KAI dalam sidang itu didampingi kuasa hukumnya, Afrizal dan Rudi Setiawan, mereka lega dan menghormati putusan hakim. (WR)

Tulis Komentar Pertama