Home Headline Gudang Pengoplosan Elpiji Digrebek Polisi

Gudang Pengoplosan Elpiji Digrebek Polisi

Pelaku mempraktekkan cara menyuntik LPG
Pelaku mempraktekkan cara menyuntik LPG
Pelaku mempraktekkan cara menyuntik LPG

Pekalongan, 14/3 (BeritaJateng.net)- Kepolisian Resor Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggerebek gudang tempat pengoplosan elpiji tabung tiga kilogram ke 12 kilogram sekaligus mengamankan dua tersangka dan ratusan tabung berisi barang yang mudah terbakar itu.

Kepala Polresta Pekalongan, AKBP Lutfhie Sulistiawan di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa gudang tempat pengoplosan tabung elpiji di Kelurahan Duwet, Kecamatan Pekalongan Selatan itu digerebek polisi, Jumat (13/3) malam, melalui operasi rutin yang digelar selama dua hari terakhir ini.

“Pada operasi penggeberekan itu, kami mengamankan dua tersangka, yaitu Saiful Anam (25) dan Royadi (25), keduanya warga Terban Timur, Kecamatan Warungasem, Batang,” katanya.

Kapolresta yang didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Bambang Purnomo menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada orang yang diduga memindahkan isi tabung gas elpiji kemasan 3 kg ke tabung 12 kg.

Informasi itu, kata dia, kemudian ditindaklanjuti oleh polisi dengan melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara.

“Setelah melakukan penyelidikan, ternya terbukti di lokasi itu ada pengoplosan gas elpiji bersubsidi ke nonsubsidi,” katanya.

Ia mengatakan polisi akan mengembangkan kasus tersebut lebih lanjut untuk mengungkap pihak-pihak lain yang mungkin terlibat pada tindakan kejahatan itu.

“Akibat perbuatannya, para tersangka akan kami jerat Undang-Undang Migas, Metrologi Legal, serta UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara,” katanya.

Tersangka Saiful Anam mengaku setiap hari dirinya mampu mengoplos tabung elpiji 3 kilogram ke 12 kg hingga 100 tabung.

“Kami mampu mengambil untung dari selisih harga jual gas elpiji bersubsidi dengan elpiji nonsubsidi itu,” katanya. (ant/BJ)