Home Headline Gubernur Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Gubernur Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

— Perihal Berita Hoax di Media Sosial

Semarang, 9/1 (BeritaJateng.net) – Pada (5/1), di Sosial Media Facebook akun anonim @PartaiSocmed mengunggah sebuah status Facebook yang diposting di grup Relawan Jokowi Menuntut Jokowi Lengser yang ditulis oleh Sugianto.

Dalam postingan tersebut memfitnah Gubernur Jawa Tengah yang menyuruh salah seorang PNS untuk mengusir tukang ketik pinggir jalan yang biasa mangkal di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Dalam postingan tersebut juga disertai gambar seorang PNS menendang meja tukang ketik hingga mesinnya rusak.

Berikut postingan yang ditulis Sugianto “Astafirulloh. PNS terpaksa mengusir paksa seorang juru ketik tua di pinggir jalan, yang mencari nafkah setiap hari didepan kantor gubernur jawa tengah. “Sebenarnya saya tidak tega, tapi kalau saya tidak turuti dan pak Ganjar marah, saya bisa dipecat,” Jawab Slamet Fahmi Anggota PNS yang menghebohkan media sosial dengan prilakunya yang ternyata atas perintah Ganjar Pranowo gubernur jawa tengah tersebut. “Kalau sampai dipecat istri dan anak saya mau makan apa? saya bahkan disuruh kalau perlu menyeret juru ketik itu kalau tidak mau pindah, jadi saya tendang saja mejanya, agar dia tidak lagi nongkrong di depan kantor’,”

Kepala Biro Humas Provinsi Jawa Tengah Drs. SINOENG N. RAHMADI, MM menyatakan, apa yang dimuat dalam postingan itu tidak benar alias hoax dan fitnah.

“Berdasarkan pengamatan kami pada gambar tersebut, kejadian tersebut tidak dilakukan di Semarang dan dari hasil penulusuran, foto pernah diunggah di laman www.buzzfeed.com, 20 September 2015 lalu, dengan link : http://www.buzzfeed.com/sahilrizwan/hope-for-humanity-yet#.xga2LN8oq,” ujar Sinoeng dalam klarifikasinya.

Menurut Sinoeng, saat ini status tersebut tidak bisa ditemukan di grup tersebut maupun di time line akun bernama Sugianto, sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa status dan gambar dalam akun facebook atas nama Sugianto tersebut adalah hoax dan mengandung unsur fitnah.

“Masyarakat dihimbau untuk lebih teliti serta arif dan bijaksana dalam menyikapi berita-berita di media sosial yang tidak memiliki sumber yang jelas sehingga tidak menimbulkan fitnah dan keresahan di masyarakat,” tambahnya.

Namun demikian lanjut Sinoeng, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadap beredarnya berita hoax tersebut.

“Bapak Gubernur hingga saat ini belum mempertimbangkan apakah mau menempuh jalur hukum atau tidak,” pungkas Sinoeng. (BJ)