Home Lintas Jateng Gubernur Minta Bupati-Walikota Siaga Hadapi Bencana

Gubernur Minta Bupati-Walikota Siaga Hadapi Bencana

Cilacap, 28/12 (Beritajateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota se-Jateng untuk siaga menghadapi bencana karena puncak musim hujan diprakirakan akan berlangsung pada bulan Januari hingga Maret.

“Kita sudah meminta para bupati dan wali kota ‘stand by’ terus-menerus, kondisi ini (curah hujan yang meningkat) untuk menjadi peringatan. Saya senang untuk Cilacap sudah ada ‘early warning’-nya (peringatan dini),” kata Ganjar di Cilacap, Minggu.

Ia mengharapkan pemerintah kabupaten/kota melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Kalau kesadaran itu bisa muncul, top banget, karena kalau kita paksa, kita sadar kok, kalau dipaksa mesti tidak mau. Yakin saya, ‘mengko jawabane kaya kiye, biasane ora papa koh pak’ (nanti jawabannya seperti ini, biasanya tidak apa-apa kok pak). Kalau jawabannya seperti itu akan bahaya,” katanya.

Akan tetapi begitu terjadi bencana alam seperti di Banjarnegara, kata dia, warga bakal menyesal seumur hidup.

Ia mengharapkan bencana tanah longsor seperti yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, jangan sampai terjadi di daerah lain.

“Maka saya minta teman-teman bupati, wali kota, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), camat, lurah, kalau bisa memberikan pendekatan pada daerah-daerah dengan kemiringan yang ekstrem, dengan curah hujan yang tinggi. Begitu kejadian, tolong kalau bisa mengungsi, barang-barang berharga mulai sekarang dikumpulkan, siap-siap kalau perlu diungsikan atau titipkan dulu sementara,” katanya.

Gubernur mengaku berdasarkan perhitungannya, curah hujan yang tinggi akan berlangsung hingga bulan Februari.

Akan tetapi berdasarkan hitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata dia, curah hujan yang tinggi diprakirakan bakal berlangsung hingga bulan Maret.

“Sampai Maret malah peringatannya. Maka kita mesti jaga-jaga terus,” tegasnya.

Terkait bencana banjir dan tanah longsor di Cilacap, Gubernur mengatakan bahwa berdasarkan laporan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, semuanya masih bisa ditangani.

Menurut dia, kebutuhan logistik untuk penanganan bencana di Cilacap masih mencukupi dan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

“Tetapi kalau Pak Bupati butuh bantuan, di provinsi melimpah. Kita siap berikan bantuan logistik, alat, maupun manusia,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Selain itu, kata dia, beberapa ruas jalan yang longsor dan ambles, yakni di Cikukun dan Bantar, Cilacap, telah ditangani oleh Dinas Bina Marga.

“Insya Allah enggak terlalu sulit untuk penanganan sementara, tapi memang itu langganan. Jadi, kondisi geologisnya mungkin yang akan kita pantau,” katanya. (Ant/BJ)