Home Lintas Jateng Gubernur Jateng Pantau Proses Rehabilitasi Banjarnegara

Gubernur Jateng Pantau Proses Rehabilitasi Banjarnegara

banjarnegara

Banjarnegara, 21/1 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau proses rehabilitasi pascabencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara.

Saat ditemui wartawan di lokasi bencana, Rabu, Gubernur mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan apakah proses rehabilitasi pascabencana dapat dilaksanakan dengan cepat termasuk perbaikan infrastrukturnya.

“Saya tadi mengecek, memastikan di beberapa tempat untuk kita bereskan, berjalan sesuai dengan rencana. Saya juga senang karena masyarakat tiba-tiba sudah berpikir jauh, besok pagi (Kamis, red.) akan melakukan reboisasi,” katanya.

Dia memberikan apresiasi kepada masyarakat atas kepedulian mereka terhadap bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada 12 Desember 2014.

Menurut dia, hal itu menunjukkan adanya kesamaan hati dan perasaan untuk bisa saling merasakan serta membantu.

Bahkan, Ganjar mengaku terkesima atas kepedulian salah seorang warga Desa Paweden, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, yang ditemui dalam perjalanan menuju Dusun Jemblung.

“Tadi saya ketemu dengan seorang warga, Pak Tribuana yang merelakan tanahnya dipotong sekitar 15-20 meter untuk membuat jalan. Saya berterima kasih,” katanya.

Menurut dia, hal itu dilakukan karena jalan provinsi di dekat tanah milik Tribuana tergerus longsor.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur berkesempatan menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp2,8 miliar untuk penanganan bencana longsor Dusun Jemblung.

Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada Jumat, 12 Desember 2014, sekitar pukul 17.30 WIB, menimbun sekitar 35 rumah warga.

Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.

Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga hari Minggu (21/12) sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.

Selanjutnya pada Kamis, 25 Desember 2014, petugas BPBD Banjarnegara bersama relawan dan masyarakat menemukan dua jenazah korban longsor Dusun Jemblung saat hendak mengangkat sebuah mobil yang tertimbun material longsoran.

Jenazah laki-laki dan perempuan itu berada di dalam mobil yang hendak diangkat itu.

Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah laki-laki itu diketahui bernama Aji Istanto, warga Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, dan oleh keluarganya langsung dimakamkan, sedangkan jenazah perempuan tidak diketahui identitasnya sehingga dimakamkan di pemakaman massal korban longsor Dusun Jemblung.

Selanjutnya pada Sabtu (3/1), Komunitas ‘Jeep Off-Road 4×4’ yang bertugas mengevakuasi kendaraan-kendaraan yang tertimbun longsor di Dusun Jemblung menemukan sesosok jenazah anak perempuan berusia sekitar empat tahun dalam sebuah mobil yang hendak diangkat dari sungai.

Jenazah yang teridentifikasi sebagai Aya binti Mulyanto, warga Dusun Jemblung, itu langsung dimakamkan.

Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah jenazah yang ditemukan sebanyak 98 orang, 65 orang di antaranya dapat diidentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung. (ant/BJ)