Home Lintas Jateng Gubernur Jateng Berupaya Bentuk Desa Mandiri Energi Terbarukan di Jateng

Gubernur Jateng Berupaya Bentuk Desa Mandiri Energi Terbarukan di Jateng

855

IMG_9816

Semarang, 28/10 (BeritaJateng.net) – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berupaya mewujudkan penggunaan sumberdaya energi terbarukan (ET) melalui desa-desa yang ada di Jawa Tengah. Melalui mapping tentang potensi-potensi desa yang bisa dijadikan sebagai penghasil energi alternatif, Kemendes PDT Trans, berharap tiap desa bisa mendiri secara energi.

Direktur Pengembangan Sumberdaya Alam Kawasan Perdesaan Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDT Trans, Taufik Madjid mengatakan, energi terbarukan (ET) akan diterapkan dengan basis bio energi serta konsep Desa Mandiri.

“Di Jawa Tengah banyak potensi yang bisa digarap, kita maping dan akan kita bedah,” katanya, saat sosialisasi Bimbingan Teknis Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Energi Terbarukan di Kawasan Perdesaan Wilayah II, Rabu (28/10), di Hotel Pandanaran.

Dikatakannya, Bimtek merupakan langkah awal dalam menyusun pondasi dan kerangka tentang konsep energi terbarukan nantinya. Kementerian Desa sebagai perantara, sedangkan core (basis) kepada masyarakat sendiri yang akan menggerakkannya.

Peserta Bimtek mereka yang berhubungan dengan ET, seperti masyarakat yang memanfaatkan ET, SKPD, dan para akademisi perguruan tinggi se Jawa-Bali.

“Akan dilakukan secara bertahap, di tahun pertama kita bangun pondasinya sebagai akselerasi untuk tahap selanjutnya, ini untuk menjawab permasalahan kemiskinan dan kerentanan pembangunan,” tambahnya.

Pihaknya menargetkan, berdasar capaian angka nasional yakni di 2025 ET mencapai presentase 25 persen. Pada sektor ketenagalistrikan, kerangka untuk pengembangan proyek pembangkit listrik ET telah terbentuk.

“Konsumsi listrik pertahun naik 8 persen, dengan ET akan membantu terpenuhinya kebutuhan daya listrik PLTS (surya) 5 KWP didaerah perbatasan dan pinggiran,” katanya.

Di Jawa Tengah sendiri diharapkan bisa memanfaatkan ET melalui PLTA dan PLTS dan penggunaan tenaga solar (surya) untuk penerangan jalan raya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang membuka acara sangat mengapresiasi adanya program energi terbarukan (ET) dari Kemendes, PDT dan Transmigrasi. “Saya tertarik akan isu tentang energi terbarukan, ini menjadi obsesi saya dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Dikatakan Ganjar, jika di Jateng tak hanya pada program ET saja, lebih dari itu ia mengusulkan program Desa Mandiri yang berbasis pada pengelolaan ET.

“Tak hanya pada kemandiriaan pangan saja tapi juga mandiri secara energi, Jawa Tengah siap menjadi percontohan program energi desa,” ungkapnya.

Ia berharap, Kemendes PDT bisa menggandeng pihak lain seperti LIPI, BPPT, dan Perguruan Tinggi. Sebagai langkah sinkronisasi baik alih teknologi, pelatihan dan pengembangannya.

“Jateng siap memfasilitasi, kita punya beberapa daerah dengan sumberdaya ET. Ada pemanfaatan kotoran lembu di kab. Semarang, Ngemplak Boyolali pemanfaatan gas dari ampas tahu, Manjenang Cilacap ada PLTS komunal, dan Margadana Tegal ada PLTA untuk penerangan jalan raya dan umum,” bebernya.

Sebagai keseriusan Jateng, Ganjar juga meminta hasil Bimtek selama tiga hari (28-30/10) ini, agar bisa disampaikan kepadanya sebagai langkah awal dalam menentukan kebijakan ET di Jateng.

“Saya minta hasilnya, agar sampai ada follow up. Mulai dari implan dan matrik. Sehingga akan diketahui dari sumberdaya, potensi, pembiayaan, serta orang-orang mana kiranya yang bisa saya ajak kerja bareng,” harapnya.

Advertisements