Home Headline Gropyokan Tikus, Dinas Pertanian Blora Hargai Buntut Tikus Seribu Rupiah

Gropyokan Tikus, Dinas Pertanian Blora Hargai Buntut Tikus Seribu Rupiah

363
Gropyokan Tikus

BLORA, 8/7 (BeritaJateng.net) – Banyaknya tikus yang merusak tanaman padi dimusin tanam (MT) ketiga tahun 2020, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Kabupaten Blora, mengadakan acara gropyokan serentak di desa se-Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Uniknya, hasil tangkapan tikus dari warga tersebut akan diganti biaya atau dihargai oleh Dipertan Blora sebesar Rp. 1000,- per “buntut”.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh Dipertan Kabupaten Blora, serta Pemerintah Kecamatan Kedungtuban dengan dukungan semua Kepala Desa, dengan membeli tikus per “buntut” tikus diganti biaya Rp 1.000,” ucap Reni Miharti, Kepala Dipertan Kabupaten Blora Rabu, (8/7/2020).

Gropyokan ini, lanjutnya, dalam rangka mengendalikan populasi tikus sawah guna mengamankan padi, di MT ketiga tahun 2020.

Reni juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dipertan, berharap dengan diadakan kegiatan gropyokan ini, petani tambah bersemangat gotong-royong, bersama-sama mengendalikan hama tikus atau organisme pengganggu tanaman (OPT) lainnya, yang mengancam produksi pangan baik sekarang ataupun di masa mendatang, sehingga stabilitas pangan tetap terjaga.

Selain itu, kegiatan ini menjadi stimulan untuk bisa dilaksanakan petani bahwa pengendalian hama tikus secara rutin, serentak, gotong royong dan penuh kebersamaan adalah untuk kepentingan bersama.

Dipertan Kabupaten Blora saat ini terus berupaya pengamanan pangan selalu dikedepankan, dengan melakukan pengawalan produksi padi dari ancaman OPT, baik yang dilaksanakan oleh Petugas Pengamat Hama Penyakit Tanaman (PPHP), Petugas Penyuluh lapangan (PPL) maupun oleh para petani secara langsung.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh PPL dan PPHP yang bersinergi dengan petani diantaranya, Sanitasi, pembersihan lingkungan sawah yang digunakan untuk lubang tikus, penyuluhan pengendalian tikus secara terpadu oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Petugas Pengamat Hama Penyakit Tanaman (PPHP).

Tak hanya itu, Pemasangan Rubuha (rumah burung hantu), burung hantu (Tyto alba) adalah salah satu predator alami, Pengendalian hama tikus dengan memberi Karbit atau menaruh kain yang dicelup bensin pada liang aktif.

Perlu diketahui, Kabupaten Blora sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah, dengan produksi padi sebesar 576.948 ton gabah kering panen (GKP) dengan luas panen sebesar 108.532 ha di tahun 2019. Terdapat 3 (tiga) kecamatan penyumbang produksi padi dengan pola tanam padi 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu Kecamatan Cepu, Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan.

Kecamatan Kedungtuban sebagai penyumbang produksi padi terbesar di Kabupaten Blora dengan produksi padi sebesar 23.896 ton GKP dengan luas panen 14.613 ha di tahun 2019. (Her/El)