Home Hiburan Grebek Sudiro, Even Budaya Jawa dan Thionghua

Grebek Sudiro, Even Budaya Jawa dan Thionghua

buka grebek sudiro

Solo, 15/2 (BeritaJateng.net) – Event budaya kota Solo menjelang Imlek 2015  akan menggelar acara Karnaval Budaya Gerbek Sudiro yang digelar hari ini Minggu (15/2015). Ribuan warga antusias mengikuti acara tersebut.

Acara Grebeg Sudiro yang pertama kali digelar tahu 2007 lalu saat ini sudah menjadi agenda rutin tahunan dan masuk dalam agenda wisata budaya  kota Solo.

Karnaval budaya Sudiroprajan kali ini mengambil tema manunggaling budhaya nguri-uri luhuring bangsa. 
Dalam pawai tersebut juga menampilkan aneka pakaian legenda Tiongkok yang dipadu padankan dengan kain batik khas jawa.

Selain pakaian tradisional yang dimodifikasi dengan kain khas jawa, juga dihadirkan kesenian tradisional khas Tionghoa dan Jawa seperti liong, barongsai dan jathilan.

Rute karnaval ini bermula dari Pasar Gedhe-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Mayor Sunaryo-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. R.E. Martadinata-Jl. Cut Nyak Dien-Jl. Ir. H. Juanda-Jl. Jenderal Urip Sumoharjo.

Acara dibuka oleh Menteri Pariwisata dan walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo dalam pidatonya Rudi berharap agar bisa mencontoh kehidupan warga Sudiroprajan yang terdiri atas warga keturunan Tionghoa dan pribumi bisa hidup berdampingan dan selalu rukun dan dapat selalu hidup rukun demi mengaplikasikan konsep Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu Menteri Pariwisata, Arif Yahya yang juga ikut hadir dalam acara budaya Grebeg Sudiro  menyebutkan bahwa kota solo sesuai dan layak menyandang sebagai  kota Budaya. Dan pihaknya akan mengusulkan kota Solo sebagai kota kreatif, karena memiliki banyak agenda wisata setiap tahunnya.

“Kita akan usulkan kota Solo sebagai kota kreatif. Sebab kota Solo dalam satu tahunnya memiliki 62 agenda wisata budaya,” jelasnya di Solo Jawa Tengah Minggu, (15/2/2015). 

Selain itu pihak Kementrian Pariwisata akan membantu dana untuk kegiatan wisata budaya sebesar Rp. 100 juta untuk membantu biaya promosi kedapannya. 

Puncak acara Gerbek Sudiro ini ada sekitar  4.000 kue keranjang berbentuk gunungan yang juga diarak saat karnaval berlangsung . Dan sesudahnya ribuan kue keranjang itu akan dibagikan ke warga.

Dalam acara grebeg Sudiro,  paguyuban pedagang pasar gede juga ikut memeriahkan acara dengan memberikan tumpeng buah seberat  kurang lebih dua kuintal. Yang berisi aneka buah-buahan seperti rambutan, jeruk, pisang sebagai wujud syukur para pedagang. (BJ24)