Home News Update Golkar Jateng Buka Posko Bencana

Golkar Jateng Buka Posko Bencana

Ferry Wawan Cahyono, Sekretaris DPD Golkar Jawa Tengah.

Semarang, 20/6 (BeritaJateng.net) – Adanya bencana besar yang melanda di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, DPD Partai Golkar Jawa Tengah membuka posko bencana atau crisis center di Jalan Kyai Saleh No. 1 Semarang. Posko tersebut berfungsi untuk menyalurkan bantuan dari seluruh kader dan masyarakat kepada warga terdampak banjir dan longsor.

“Posko ini kami dirikan untuk menyalurkan bantuan baik dari kader maupun dari masyarakat kepada para korban banjir dan longsor di Jawa Tengah,” ujar Ketua DPD Wisnu Suhardono didampingi Sekretaris DPD Ferry Wawan Cahyono.

Selain sebagai posko penyaluran bantuan, posko bencana tersebut juga untuk koordinasi DPD Golkar kabupaten/kota untuk melaporkan perkembangan kondisi bencana.

“Kami sudah intsruksikan kepada DPD Golkar di kabupaten/kota untuk terjun langsung ke lapangan dan melaporkan perkembangan kondisi bencana,” tambah Ferry.

Lebih lanjut Ferry menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas tinggi akan masih berlangsung sesuai prediksi BMKG. Pihaknya juga berharap kepada pemerintah untuk memberikan evakuasi, pertolongan terhadap para korban.

Seperti diketahui, pencarian korban hilang, evakuasi dan penanganan darurat banjir dan longsor di 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah terus dilakukan. Sebagian besar banjir telah surut. Sedangkan pencarian korban tertimbun longsor masih dilakukan serempak di beberapa titik longsor.

Hingga Minggu (19/6/2016) pukul 17.30 Wib, jumlah korban akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah adalah 35 orang tewas, 25 orang hilang, 14 orang luka-luka, ratusan rumah rusak dan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah.

Dari jumlah keseluruhan korban jiwa tersebut terdapat di Kabupaten Purworejo 19 tewas, 25 orang hilang, dan 11 luka-luka; di Banjarnegara 6 tewas dan 3 luka-luka; di Kebumen 7 tewas, Sukoharjo 1 tewas, Rembang 1 tewas dan Banyumas 1 tewas. Sebagian besar korban meninggal dan hilang akibat longsor yaitu dari 35 tewas adalah 31 tewas akibat longsor dan 4 tewas akibat hanyut banjir.

Daerah yang paling parah mengalami longsor adalah Kabupaten Purworejo. Longsor dengan korban jiwa terjadi 5 lokasi. Di Desa Karangrejo Kecamatan Loano terdapat 9 tewas, 6 hilang dan 1 luka-luka, sedangkan akibat banjir 4 tewas, 2 hilang dan 7 luka-luka.

Di Desa Pacekelan Kecamatan Purworejo terdapat 1 tewas dan 1 luka-luka. Di Desa Jelog Kecamatan Kaligesing ada 2 oang hilang, di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo ada 1 tewas dan 4 hilang, sedangkan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo terdapat 4 tewas, 11 hilang dan 2 luka-luka. (BJ)