Home Lintas Jateng GNPK Jateng soroti bongkar muat illegal PELINDO Tanjung Mas

GNPK Jateng soroti bongkar muat illegal PELINDO Tanjung Mas

Semarang, 24/11 (BeritaJateng.net) – Setelah mencuatnya dugaan aktifitas bongkar muat illegal yang dilakukan PT Pelindo III (Persero) Tanjung Mas Semarang sehingga aktifitasnya  diberhentikan oleh Pihak KSOP Semarang pada Kamis (19/11) lalu.

Dan kini kasus  tersebut mulai disoroti Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah  yang menyesalkan sikap PT Pelindo III Tanjung Mas yang tidak patuh pada perundang-undangan yang berlaku  yang sikapnya itu berakibat terjadinya kerugian Negara.

Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris GNPK Jateng, Rahmat  Da’wah yang mengatakan, jika PT Pelindo tidak taat kepada peraturan perundangan yang berlaku, maka itu bisa dinilai Abuse of fower, sehingga dapat merugikan keuangan Negara.

“Mestinya Pelindo juga taat peraturan sebagaimana Permenhub No 60 Tahun 2014,” terangnya.

Menurut Rahmat, jika pernyataan Pelindo III telah mengklaim pihaknya merugi hingga Rp 50 juta tiap hari atas diberhentikannya aktifitas bongkar muat oleh KSOP, itu harus dilakukan investigasi forensik agar tidak ada kebohongan publik, makanya GNPK Jateng akan segera melakukan klarifikasi kepada Pelindo Semarang.

“Aneh jika Pelindo III yang tidak taat hukum, koq malah mengklaim rugi atas tindakan hukum KSOP,” imbuhnya.

Sementara itu Staff Dirjen Hubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Felik menegaskan semua Perusahaan Bongkar Muat (PBM) harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dalam melaksanakan aktifitasnya di Pelabuhan, termasuk yang tercantum dalam Telegram Dirhubla No.34/PHBL -15 tentang Evaluasi dan penertiban serta laporan kegiatan izin usaha bpngkar muat di Jawa Tengah.

“Siapapun pengusaha bongkar muat, termasuk pelindo harus sesuai persyararatannya dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya saat kegiatan sosialisai bongkar muat di Pelabuhan Kendal. (bj)