Home Headline Gerindra Temukan Pemilih Ganda dan Invalid Di Jawa Tengah

Gerindra Temukan Pemilih Ganda dan Invalid Di Jawa Tengah

147
0
Gerindra Temukan Pemilih Ganda dan Invalid Di Jawa Tengah
       Semarang, 29/5 (BeritaJateng.net) – Partai Gerindra Jawa tengah menemukan data pemilih ganda dan pemilih invalid pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa tengah 2018.
       Hal tersebut disampaikan Abdul Wachid, Ketua DPD Gerindra Jateng, Selasa (29/5). Menurut Wachid, pihaknya telah melakukan survei bersama tim sukses Pilgub 2018 dan menemukan data pemilih ganda dan invalid di empat kota atau kabupaten.
      Keempat kota/kabupaten tersebut diantaranya yakni kota Magelang, kabupaten Kebumen, kabupaten Cilacap, kabupaten Banjarnegara. Hingga saat ini tim Gerindra sedang terus menelusuri data lapangan terkait pemilih ganda dan pemilih invalid.
       “Setelah melihat beberapa waktu lalu viral tentang KTP di Kementerian Dalam Negeri, tim kami kemudian bergerak melakukan kroscek data lapangan data DPT Pilgub 2018. Dari 11 kota dan kabupaten, kami menemukan data pemilih ganda dan invalid, diantaranya di kota Magelang, kabupaten Kebumen, kabupaten Cilacap, kabupaten Banjarnegara dan saat ini tim kami sedang menelusuri dan kroscek data tersebut melalui website ‘Sidalih’ KPU Jateng,” terangnya.
        Lanjutnya, ada empat temuan seperti ditemukannya 100 orang pemilih meninggal dunia di DPT Kota Magelang, kedua temuan nama pemilih tiga huruf yakni, 14 orang di Kota Magelang, 463 di Banjarnegara, 474 orang di Kebumen, 1.497 orang di Banjarnegara.
        Tak hanya itu, ditemukan pula ketidaksesuaian nomor KK/NIK dengan kode dan wilayah administrasi kependudukan sebanyak 124.901 orang di Kota Magelang, Banjarnegara, Kebumen dan Cilacap.
       Temuan lainnya ada beberapa NIK/KK tidak berjumlah 16 digit, NIK format tanggal tidak sesuai dengan jenis kelamin, KK terbit 2005 tidak sesuai Keppres No. 88/2004, dan berbagai lainnya.
        “Kami berharap melakukan kroscek bersama segera KPU Jateng dapat menyempurnakan data ini secara valid, jika saja KPU tidak memenuhi hal itu, kami tim pemenangan Sudirman Ida di Pilgub 2018 mengatakan bahwa pilgub Jateng kali ini penuh dengan kebohongan dan kecurangan. Jika perlu Pilgub Jateng 2018 ditunda, apalagi akan mendekati Pemilu 2019 mendatang,” tambahnya. (AK/EL)