Home Headline Gerindra Sesalkan Kebijakan ‘Jateng Di Rumah Saja’, Sulit Cari Bahan Baku Dapur...

Gerindra Sesalkan Kebijakan ‘Jateng Di Rumah Saja’, Sulit Cari Bahan Baku Dapur Umum

168

Semarang, 8/2 (BeritaJateng.net) – Kebijakan ‘Jateng Dirumah Saja’ pada Sabtu (6/2) dan Minggu (7/2) lalu, mau tidak mau membuat relawan yang mendirikan dapur umum untuk membantu korban banjir di Kota Semarang kesulitan.

Bagaimana tidak, sesuai intruksi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, swalayan pasar tradisional dan mall diminta untuk tutup. Padahal dua hari kemarin, banjir di Semarang bisa dibilang cukup besar dengan dampak yang besar pula.

“Kita sempat kesulitan nyari sayur, besar, bahan baku lainnya karena pasar-pasar tradisional dan swalayan tutup. Padahal DPC Partai Gerindra mendirikan dapur umum untuk membantu masyarakat terutama bagi mereka yang tidak bisa makan karena banjir,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, Senin (8/2) siang.

Joko menjelaskan, sejatinya Pemkot Semarang melalui Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuat kebijakan atau modifikasi kebijakan yang sangat bijak. Yakni masih memperbolahkan pasar tradisional untuk buka.

“Namun karena sosialisasi dari Gubernur yang masif, pedang pasar memilih tutup sesuai intruksi sampai akhirnya saat terjadi bencana ini kita sendiri yang susah,” keluhnya.

Bahkan menurut laporan yang ada, dibeberapa tempat seperti swalayan, mall dan lainnya sehari sebelum kebijakan tersebut dilakukan sudah terjadi panik buying yang dilakukan mereka yang memiliki uang lebih.

“Kalaupun masih ada, jumlahnya sangat terbatas harganya pun sudah melambung, kita sari sayur sulit, tempe sulit,” tambahnya.

Dirinya menyayangkan kebijakan yang digagas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Idealnya lanjut dia membuat sebuha kebijakan harus melihat kondisi lapangan. Selain itu juga menyiapkan solusi jika memang membuat sebuah kebijakan yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

“Seharusnya ada solusi, misalnya kalau ditutup pasar dan swalayan ini harusnya masyarakat bagaimana. Saya harap kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. (El)