Home Headline Gerindra Protes Benderanya Diturunkan Sarpol PP

Gerindra Protes Benderanya Diturunkan Sarpol PP

383
0

SEMARANG, 6/2 (Beritajateng.net) – DPD Partai Gerindra Jawa Tengah mengajukan protes atas diturunkannya ratusan bendera partai yang dipasang di Kota Semarang. Bendera bendera tersebut disinyalir diturunkan oleh Satpol PP sepengetahuan Panwaslu Kota Semarang.

Ketua DPD partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah Abdul Wachid mengungkapkan, Bendera Partai Gerindra yang dipasang dalam rangka memperingati HUT partai ke 11, hari ini hilang dari hampir seluruh Kota Semarang padahal pihaknya mengaku sudah mengirim surat pemberitahuan pemasangan bendera ke Bawaslu setempat.

“Kami segera ajukan surat protes karena kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan pemasangan bendera dalam rangka HUT Partai ke 11,” ungkapnya dalam peringatan HUT di Sekretariat DPD Gerindra Jateng, Jalan Kanguru Raya Semarang, Rabu (6/2).

Abdul Wachid yang didampingi Sekretaris DPD Sriyanto Saputro mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan protes langsung secara lesan ke Panwaslu Kota Semarang atas kejadian tersebut, namun pihak Panwas mengaku belum menerima pemberitahuan dari Gerindra terkait pemasangan bendera.

“Kami memperingati HUT Partai, kami punya hak pasang bendera selama satu bulan. Lah ini baru sehari dipasang sudah diturunkan,” geramnya.

Tidak hanya soal penurunan bendera, Gerindra juga menyesalkan terjadinya persekusi yang dilakukan oleh sekelompok massa dengan atribut mobil branding partai pendukung pasangan Calon Presiden 01 Jokowi Ma’ruf Amin terhadap Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno yang melakukan perjalanan untuk sosialisasi di Kabupaten Wonogiri beberapa waktu yang lalu.

“Ini pak Sri (Sriyanto) saksi yang ikut rombongan Sandiaga Uno yang melihat secara langsung bagaimana mereka mengganggu perjalanan rombongan. Bahkan hampir terjadi serempetan dengan mobil mereka,” jelasnya.

Sekretaris Partai Gerindra Jawa Tengah Sriyanto Saputro mengingatkan, pada masa awal pelaksanaan kampanye, pimpinan partai peserta pemilu dan penyelenggara pemilu sudah membuat kesepakatan pemilu beretika. Kesepakatan tersebut hendaknya diejawantahkan sampai ke pihak yang terbawah agar tercipta pemilu yang damai, sopan dan beretika.

“Saya mengingatkan agar elit elit partai menyampaikan hal ini. Mungkin yang ada di bawah tidak mudeng. Karena dalam undang undang jelas tidak diperbolehkan mengganggu peserta pemilu baik Caleg, Partai Politik, Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden yang melakukan kampanye disemua titik,” tegasnya.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here