Home Lintas Jateng Gerakan Cinta Desa Jangan Palsu

Gerakan Cinta Desa Jangan Palsu

image

Batang, 31/5 (Beritajateng.net) – Gerakan cinta desa yang dideklarasikan oleh seluruh kepala dan perangkat desa se-Kabupaten Batang diminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bukan pernyataan palsu.”Saya menyambut baik deklarasi ini, namun saran saya jangan hanya menyejahterakan kepala dan perangkat desa tetapi untuk kesejahteraan rakyat desa. Jika tujuan deklarasi benar-benar untuk kepentingan bersama, maka saya harapkan deklarasi ini selanjutnya diikuti oleh semua desa di Jateng ,”kata Ganjar saat saat memberi sambutan pada acara Deklarasi Cinta Desa di halaman Pendapa Kabupaten Batang akhir pekan kemarin.                                

Dihadapan sekitar 200 kepala dan perangkat desa se-Kabupaten Batang yang tergabung dalam “Sang Pamomong”, Ganjar juga menandaskan kepala dan perangkat desa harus memperhatikan rakyat. Dirinya menyayangkan banyaknya demo kades dan perangkat desa yang bukan menyampaikan aspirasi rakyat melainkan hanya menuntut bayaran.

“Bahkan perangkat dan kades juga sering membandingkan pendapatan mereka dengan upah minimum regional (UMR). Padahal mereka bukan buruh,” imbuhnya.

Ganjar menjelaskan, dengan pemberlakuan UU Desa, kepala desa dan perangkat desa diharapkan semakin memperhatikan kepentingan masyarakat. Apalagi saat ini setiap desa minimal memiliki tiga sumber pendapatan dan satu tambahan lain. Yakni dari alokasi dana desa (ADD), bantuan pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, serta dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).                            

“Bantuan dari pemprov diutamakan untuk pembangunan infrastruktur agar menjadi desa mandiri. Tahun ini program desa berdikari semakin dikembangkan, minimal satu desa satu produk unggulan,” katanya.                              

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan deklarasi ini merupakan implemetasi UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa sekaligus sebagai wujud syukur kepada pemerintah pusat atas terbitnya UU Desa yang telah memberikan pengaruh luar biasa kepada seluruh desa di Indonesia termasuk Kabupaten Batang.

“Alhamdulillah deklarasi ini bisa terwujud di Batang. Kepala dan perangkat desa di Batang bersatu dan guyub membangun dan memperhatikan kondisi masyarakat desa. Karena apa yang terjadi di tingkat desa bukan bupati atau gubernur yang tahu tapi perangkat dan kepala desa yang lebih memahaminya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa Batang, Maryoso menjelaskan, deklarasi cinta desa merupakan ide murni seluruh kepala dan perangkat desa di Kabupaten Batang. Menurutnya amanat UU Desa dan PP No 23 merupakan era penguatan eksistensi pemerintah desa. Sehingga, perangkat dan kepala desa akan bekerja bersama secara profesional untuk membangun desa.  

“Deklarasi ini dimotori oleh kepala dan perangkat desa mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun dan mencintai desa,” terangnya.(jatengprov.go.id)