Home Lintas Jateng Geopark Gunung Sewu, Peluang Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Geopark Gunung Sewu, Peluang Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

1121
Anggota DPRD Jateng, Hadi Santoso saat mengunjungi Museum Kars di Gebangharjo, Pracimantoro, Wonogiri.
Anggota DPRD Jateng, Hadi Santoso saat mengunjungi Museum Kars di Gebangharjo, Pracimantoro, Wonogiri.
Anggota DPRD Jateng, Hadi Santoso saat mengunjungi Museum Kars di Gebangharjo, Pracimantoro, Wonogiri.

SEMARANG, 22/9 (BeritaJateng.net) – Masuknya kawasan Gunungsewu ke dalam anggota Global Geopark Network (GGN) atau taman bumi global disambut positif sejumlah kalangan, salah satunya adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah.

Hadi Santoso, anggota DPRD Jateng, dalam keterangan persnya di Semarang, Selasa (22/9) mengatakan, penetapan kawasan Gunung Sewu sebagai bagian dari taman bumi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata daerah setempat.

“Saya ucapkan selamat atas masuknya Gunungsewu sebagai bagian dari GGN, dan diprediksi dalam jangka panjang, penetapan Taman Nasional Gunung Sewu ke dalam jaringan taman bumi global akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pariwisata, baik di Wonogiri, Gunungkidul maupun Pacitan,” ucapnya.

Menurut politikus PKS ini, bidang yang tercakup dalam geopark itu adalah unsur manusia, geologi,  dan budaya serta lingkungan. Ada beberapa implikasi langsung sebagai konsekuensi penetapan Gunung Sewu sebagai taman dunia yang diakui UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

“Selain dampak untuk masyarakat, tentu juga bisa memiliki dampak lainnya, yakni dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya pelestarian maupun perlindungan kawasan karst yang telah ditetapkan sebagai geosite oleh UNESCO,” ungkapnya.

Hadi pun berharap, dengan penetapan Taman Nasional Gunungsewu sebagai GGN ini membuat masyarakat sekitar menjadi lebih sejahtera, tentunya dengan berbagai manfaat yang dapat diambil dari keberadaan Taman Nasional Gunungsewu.

“Saya mendukung pembangunan dan pengembangan Geopark oleh pemerintah, namun yang terpenting tentunya kawasan karst di Taman Nasional Gunungsewu bisa terus lestari, dan dampaknya bisa dirasakan secara langsung bagi masyarakat, seperti pariwisata, edukasi, ekonomi dan tentunya kesejahteraan masyarakat,” tandas pria yang berasal dari Giriwoyo, Wonogiri ini.

Jangan Rusak Geopark dengan Penambangan dan Pabrik Semen

Meski mendukung sepenuhnya rencana pemerintah untuk mengembangkan potensi Geopark Gunungsewu, Hadi meminta untuk tidak merusak area Taman Nasional Geopark Gunungsewu dengan dalih pembangunan, baik industri semen maupun penambangan.

Sebagai informasi, beberapa waktu belakangan ini muncul wacana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Giriwoyo, penambangan di Gunung Wiyu, Desa Sejati Giriwoyo dan juga di Kecamatan Pracimantoro.

“Hentikan penambangan di kawasan Kars di area GNN dan stop wacana pembangunan pabrik semen di kawasan Kars Gunung sewu,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Wonogiri memiliki tujuh area Geosite sebagai Geopark, yakni Sungai Bengawan Solo Purba, Goa Tembus, Goa Sodong, Goa Potro Bunder,  Goa Sonyo Ruri, Pantai Sembukan dan Museum Kars.

Selain di Wonogiri, geosite area juga ada di Gunungkidul dan Pacitan. Untuk di Gunungkidul ada 13 yakni meliputi Gunung Api Purba Nglanggeran, Goa Pindul, Pantai Siung sampai Pantai Wediombo, Kawasan Kalisuci, Lembah Karst Nginggrong, Goa Jomblang, Kali Ngalang, Hutan Wanagama, Goa Cokro, hutan wisata Turunan, Kawasan Baron sampai Krakal, lembah Bengawan Solo Purba dan Kawasan Srigethuk.

Sementara di Pacitan ada 13 geosite, yang  terdiri atas lima pantai (Pantai Buyutan, Klayar, Srau, Watukarung, Teluk Pacitan), empat goa karst (Goa Gong, Tabuhan, Luwengombo, Luwengjaran) serta empat situs arkeologi (Situs Song Terus, Bak Soka, Guyang Warak dan Situs Ngrijangan).

Penetapan kawasan karst Gunungsewu sebagai jaringan taman bumi atau geopark dunia diumumkan UNESCO dalam sidang biro global geopark network (GGN) tingkat regional pada 19 September di Sanin, Kaigan, Jepang. (BJ)

Advertisements

Comments are closed.