Home Lintas Jateng Generasi Muda NU Harus Berotak Jerman Berhati Ka’bah

Generasi Muda NU Harus Berotak Jerman Berhati Ka’bah

165
0
Generasi Muda NU Harus Berotak Jerman Berhati Ka'bah

Demak, 13/5 (BeritaJateng.net)  – Menulis itu menyenangkan. Menulis bisa membuat hati riang gembira. Seorang penulis bisa memilih sarana yang tepat untuk menyampaikan ide dan gagasannya.

“Bisa jadi wartawan atau penulis buku. Selama 40 tahun, saya menulis buku di penerbit Erlangga. Hasilnya bisa untuk membangun gedung sekolah,” tutur H Asy’ari, Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Demak, disela sela acara pelatihan menulis bagi generasi muda NU, Sabtu (12/5/2018).

Acara yang berlangsung di gedung SD Plus Latansa, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam ini berlangsung selama dua hari.

Pada hari pertama, kegiatan ini  diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah tingkat MTs dan SMP diwilayah Kabupaten Demak. Sedangkan, pada hari kedua, Minggu (13/5/2018) acara pelatihan menulis diperuntukan bagi pelajar tingkat MA, SMA dan SMK.

“Saya berharap pelatihan ini bisa bermanfaat. Jadilah generasi muda NU berotak Jerman, berhati Ka’bah,” pesannya.

Pelatihan menulis bagi generasi muda NU yang dibuka oleh Sekretaris PCNU Demak, H Sidiq Sugiarto tersebut menghadirkan narasumber sejumlah penulis Demak dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Demak, Wahib Pribadi (Jawa Pos) dan Ari Widodo (Kompas.com).

Menurut Sidiq,  menimba ilmu bagi generasi muda NU itu sangat penting, termasuk belajar menulis secara profesional. “Kenapa kita harus menulis? Sudah jelas di ayat Alquran, Iqro bacalah. Lalu tulislah,”ujarnya.

Menulis menggunakan pena yang bagus, ibaratnya tulisan kita bisa sangat tajam melebihi pedang. Meski demikian, tulisan kita yang bisa setajam pedang , akan menjadi bumerang jika yang ditulis hal hal negatif.

“Jadi, manfaatkan forum ini untuk melatih menulis. Dengan menulis, kita dapat memunculkan ide, menjalin silaturahmi, mendapatkan profit dan menghilangkan stres, juga bermanfaat sampai akherat. Belajarlah menulis dari sekarang, ” kata aktivis yang juga Jurnalis media online NU ini. (El)