Home Lintas Jateng Gencarkan Sweeping dan Perbaikan Pipa, Angka Kehilangan Air PDAM Tirta Moedal Turun...

Gencarkan Sweeping dan Perbaikan Pipa, Angka Kehilangan Air PDAM Tirta Moedal Turun 4%

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Semarang, 27/10 (BeritaJateng.net) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang mulai gencar menggelar sweeping dan perbaikan pipa distribusi untuk kurangi angka kerugian akibat kehilangan air selama pelaksanaan distribusi air di wilayah di kota Semarang.

Upaya itu juga di barengi dengan penanganan reposisi pipa distribusi dari dasar sungai menjadi menggantung dijembatan yang dilakukan di Sungai Banjir Kanal Barat yang kemudian memberi dampak semakin membaiknya kualitas air yang diterima konsumen.

“Atas usaha yang dilakukan, distribusi air kepada konsumen yang mencapai 2.900 liter/detik mengalami penurunan kehilangan air mencapai 116 liter/detik atau menurun sekitar 4% dari angka kehilangan sebelumnya,” ungkap Humas PDAM Tirta Moedal Semarang Joko Purwanto di Semarang, Senin (26/10).

Menurut Joko, sebelum dilakukan sweeping dan perbaikan pipa, angka kehilangan air mencapai 45 % dari jumlah air yang didistribusikan. Karenanya, penataan pipa distribusi terus dilakukan dan diharapkan tahun 2016 angka kehilangan air bisa berkurang hingga dibawah 30%.

Selain angka kehilangan air yang berkurang, lanjut Joko, tahun depan diharapkan ada peningkatan jumlah distribusi dengan optimalisasi IPA Kudu dan pembangunan IPA blorong tahap 1 dengan kemampuan penambahan sebesar 100 liter/detik, IPA Jatisari Mijen melayani pelanggan di Semarang sisi barat dan perbaikan aliran.

“Tahun depan juga kami berencana melakukan rehab pipa di Meteseh yakni IPA Meteseh yang dulunya beroperasi dan sekarang berhenti rencananya akan dihidupkan kembali ,” ungkap Joko.

Tidak saja perbaikan pipa distribusi, namun selama musim kemarau perusahaan plat merah milik Pemkot Semarang ini juga mendukung pemerintah dalam melakukan penanganan bencana kekeringan. Dimana, sebanyak 400.000 liter air telah di distribusikan dengan 80 truk tangki ke lima daerah rawan terjadi kekeringan.

“Jika tahun ini wilayah kering Rowosari dan sekitar dibantu dengan mengirim truk tangki, diharapkan dengan beroperasinya IPA Meteseh kekeringan bisa diminimalisasi. Selain ke wilayah kekeringan, selama tiga bulan PDAM juga mengirim 3.240 truk tangki ke sejumlah pelanggan yang meminta bantuan melalui call centre,” imbuhnya. (Bj)