Home Headline Genangan Banjir Cilacap Kembali Meninggi

Genangan Banjir Cilacap Kembali Meninggi

514

Cilacap, 23/12 (Beritajateng.net) – Banjir yang menggenangi wilayah Sidareja dan sekitarnya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali meninggi pada Selasa akibat hujan lebat pada Senin (22/12) malam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Sidareja Agus Sudaryanto mengatakan bahwa tinggi genangan air di beberapa desa telah mencapai 1,5 meter yakni Desa Sidareja, Tegalsari, dan Gunungreja.

“Namun jumlah desa di Kecamatan Sidareja terendam banjir masih tetap tujuh desa, yakni Sidareja, Tegalsari, Gunungreja, Tinggarjaya, Sudagaran, Margasari, dan Sidamulya,” katanya.

Berdasarkan pendataan sementara, kata dia, jumlah pengungsi bencana banjir di Kecamatan Sidareja mencapai 459 jiwa yang tersebar di empat lokasi pengungsian.

Selain tujuh desa di Kecamatan Sidareja, lanjut dia, banjir juga melanda Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu, sehingga mengakibatkan 152 jiwa mengungsi.

Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan “Search and Rescue” Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap untuk mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet.

“Kami setiap 30 menit sekali berpatroli menggunakan perahu karet. Kalau ada warga yang terjebak banjir, khususnya yang lanjut usia, langsung kami evakuasi,” katanya.

Banjir di Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu, tidak hanya merendam rumah-rumah warga tetapi juga mengenangi ruas jalan nasional jalur lintas selatan selatan (JLSS) penghubung Cilacap-Pangandaran dengan panjang genangan sekitar 100 meter dan tinggi genangan sekitar 40 centimeter.

Sementara di Kedungreja yang berada di selatan Sidareja, banjir melanda kecamatan itu meluas hingga enam desa dari tiga desa yang telah terendam lebih dulu.

Salah seorang tokoh masyarakat Kedungreja, Mardiyo Abdul Azis mengatakan bahwa enam desa yang terendam banjir terdiri Bojongsari, Rejamulya, Bangunreja, Ciklapa, Bumireja, dan Kaliwungu dengan tinggi genangan air berkisar 30-145 centimeter.

Menurut dia, desa-desa yang terendam banjir itu berada di bantaran Sungai Cibereum yang bermuara di Segara Anakan.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa sebagian besar warga enggan mengungsi karena selain lokasi pengungsiannya cukup jauh, mereka khawatir terhadap harta benda yang ditinggal di rumah.

“Berdasarkan pantauan kami, ada sekitar 30 keluarga yang mengungsi di rumah Kepala Dusun Bangunreja dan Kantor Kecamatan Kedungreja. Kebanyakan tidak mau mengungsi karena khawatir harta bendanya hilang dan lokasi pengungsiannya jauh seperti Kantor Kecamatan Kedungreja yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Desa Ciklapa,” katanya.

Menurut dia, bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Kedungreja masih kurang karena bantuan yang dikirim Pemerintah Kabupaten Cilacap lebih terfokus untuk korban banjir di Sidareja.

“Tadi kata Camat Kedungreja Agus Supriyono, bantuan yang masih kurang berupa bahan makanan dan tenda,” katanya.

Sementara di Kecamatan Kroya yang berada di wilayah timur Cilacap, banjir masih mengenangi Desa Mujur, Mujur Lor, dan Kedawung.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap Supriyanto mengatakan bahwa banjir yang melanda tujuh desa di Kecamatan Sidareja sudah berangsur surut dengan tinggi genangan air berkisar 70-80 centimeter.

“Kalau banjir yang melanda Kecamatan Kedungreja saat ini hanya menggenangi area persawahan saja,” katanya di Cilacap, Senin (22/12). (ant/BJ)