Home Hukum dan Kriminal Gempa Blora, Dua Karyawan Meninggal Dunia dan Puluhan Luka-luka 

Gempa Blora, Dua Karyawan Meninggal Dunia dan Puluhan Luka-luka 

1577
0
Gempa Blora, Dua Karyawan Meninggal Dunia dan Puluhan Luka-luka 
***Simulasi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Blora
        BLORA, 26/4 (BeritaJateng.net) – Memperingati hari kesiapsiagaan bencana, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Blora menggelar simulasi gempa Kamis (26/4/2018). Simulasi gempa digelar sebagai upaya mempersiapkan kemampuan personil dalam menghadapi bencana khususnya gempa.
        Dalam simulasi gempa ini menceritakan jika kantor BPBD Blora diguncang gempa Dengan kekuatan 6.8 SR. Besarnya kekuatan gempa membuat puluhan karyawan berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. 2 orang karyawan dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
        Proses evakuasi terhadap sejumlah korban pun dilakukan oleh para anggota BPBD Blora dan sejumlah relawan kemanusiaan. Para korban meninggal dunia dievakuasi keluar ruangan untuk dibawa mobil ambulance, sementara korban luka mendapat penanganan darurat oleh petugas di lapangan.
         Kepala pelaksana BPBD kabupaten Blora, Sri Rahayu mengatakan, simulasi digelar dalam rangka memperingati hari kesiapsiagaan bencana yang jatuh pada 26 April. Sri Rahayu mengalami, simulasi dilakukan secara bersamaan di seluruh Indonesia tepat jam 10 siang.
       “Ini kita lakukan serentak di seluruh Indonesia, tepat jam 10. Di Blora sendiri semua instansi juga melakukan simulasi bencana dalam rangka hari kesiapsiagaan bencana,” papar Sri Rahayu.
         Sri Rahayu mengatakan, meski potensi gempa di Blora sangat kecil, namun simulasi gempa ini penting dilakukan agar personil bisa tanggap jika terjadi bencana gempa di Blora.
         “Kalau di Blora ini kan potensi besarnya banjir, tapi kalau kita simulasi banjir harus di air. Maka ini kita cari yang mudah saja yaitu simulasi gempa. Meski diblora ini jarang ada gempa, namun simulasi ini penting untuk kemampuan personil yang ada,” ungkapnya.
        Sri Rahayu menghimbau agar masyarakat Blora tidak panik jika terjadi gempa. Dirinya meminta agar masyarakat yang berkerja di dalam kantor untuk segera keluar ruangan dan mencari tempat yang lebih aman.
       “Jangan terlalu panik, kenali bencana tersebut, dan selamatkan diri ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
        Dalam simulasi gempa kali ini, selain digelar proses penanganan dan evakjasi korban, juga digelar pendirian tenda pengungsian dan dapur umum.
(MN/El)