Home Lintas Jateng Gelombang Kembali Tinggi, Ratusan Wisatawan Tertahan di Karimunjawa

Gelombang Kembali Tinggi, Ratusan Wisatawan Tertahan di Karimunjawa

725
KMP Siginjai terpaksa tak berlayar karena kondisi ombak mencapai 3.5 meter.
KMP Siginjai terpaksa tak berlayar karena kondisi ombak mencapai 3.5 meter.
KMP Siginjai terpaksa tak berlayar karena kondisi ombak mencapai 3.5 meter.

Jepara, 16/8 (BeritaJateng.net)  – Gelombang tinggi yang kembali menerpa Perairan Karimunjawa pada Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus 2015 menyebabkan ratusan wisatawan belum bisa kembali ke daratan Jepara. Tinggi gelombang yang mencapai 3 meter pada Sabtu dan 3,5 meter pada Minggu menjadi acuan Syahbandar untuk tak memberikan ijin berlayar.

Pada Sabtu kemarin, seharusnya ada empat jadwal pelayaran. KMC Express Bahari seharusnya melakukan pelayaran rute Karimunjawa -Jepara, dan kembali lagi ke Karimunjawa pada siang harinya. KMP Siginjai melakukan pelayaran Jepara-Karimunjawa. Sedangkan KMC Kartini, melayani rute Semarang – Karimunjawa. semua kapal itu seharusnya bertolak dari Karimunjawa pada Minggu.

“Dengan gelombang setinggi itu, maka beresiko untuk melakukan pelayaran. Praktis pelayaran mengalami penundaan pada Sabtu dan Minggu. Untuk Senin (17/8) besok, masih menunggu informasi dari BMKG,” papar Kordinator Pos Keselamatan Pelayaran Syabandar Jepara, Miswan.

Dia menyampaikan, sebanyak 301 wisatawan saat ini masih tertahan di Karimunjawa. Wisatawan kemungkinan baru akan bisa kembali ke Jepara pada Senin (17/8) besok dengan KMC Express Bahari. 301 wisatawan tersebut berasal dari Jepara, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Banjarnegara, serta 11 wisatawan asing.

KMC Express Bahari sampai saat ini masih berada di Dermaga Karimunjawa. Berdasarkan jadwal, KMC Kartini akan bertolak dari Karimunjawa pada siang hari. Adapun kapal ferry KMP Siginjai pada hari yang sama, hanya melaksanakan satu trip perjalanan Jepara-Karimunjawa.

“Praktis hanya KMC yang bisa diandalkan untuk pemulangan penumpang besok. Itu pun jika gelombang esok hari juga tak tinggi,” terang Miswan.

Pihaknya berharap penumpang bisa memaklumi situasi ini. Sebab menyangkut keselamatan penumpang dan pelayaran pada umumnya.(bj18)