Home Headline Gelar Rakor, Ita Intruksikan OPD Lakukan Pencegahan Bencana di Musim Penghujan

Gelar Rakor, Ita Intruksikan OPD Lakukan Pencegahan Bencana di Musim Penghujan

391
0
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu saat meninjau aliran sungai Banjir Kanal Timur yang dipenuhi sampah hingga air meluber ke pemukiman warga.

Semarang, 12/12 (BeritaJateng.net) – Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menginstruksikan kepada jajaranya baik Camat, Lurah, maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pencegahan terhadap bencana baik banjir, maupun tanah longsor di musim penghujan saat ini.

“Bulan-bulan ini curah hujan cukup deras, dimana beberapa wilayah terjadi banjir, seperti di Kaligawe dan Genuk. Dan salah satu faktornya itu sampah, karena seperti kemarin di sekitar jembatan kaligawe sebenarnya tidak akan terjadi limpasan kalau tidak banyak sampah. Jangan kita membuat sampah terpanjang di dunia,” katanya, usai memimpin rapat koordinasi pencegahan bencana yang di hadiri seluruh OPD, Camat dan Lurah se Kota Semarang, di Gedung Muh. Ihsan, Balai Kota Semarang, Rabu, (12/12).

Lebih lanjut, Ita sapaan Akrab Wakil Wali Kota Semarang itu menyesalkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah saat ini masih rendah, hal itu dilihat dari banyaknya sampah yang menyumbat Sungai Banjir Kanal Timur, yang menyebabkan limpasan air sungai ke pemukiman warga Sawah Besar, beberapa waktu lalu.

“Dari Dinas PU menyampaikan sampah dalam tiga hari ini jumlah totalnya ada 250 meter kubik. Sehingga utamanya semua instansi di wilayah sepanjang sungai Banjir Kanal Timur, Baik camat maupun Lurah harus turun langsung untuk melakukan pencegahan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ita, pemberdayaan masyarakat untuk memahami pentingnya membuang sampah di tempatnya itu sangatlah penting. Olehkarena itu, baik Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, maupun masyarakat yang sadar akan lingkungan diharapkan dapat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak buruk membuang sampah di sungai.

“Kemudian bagaimana pemberdayaan masyarakat. Kalau terjadi banjir itu bagaimana sehingga ini kita lakukan bersama-sama dengan Pak Sekda dengan seluruh Kepala OPD Dinas terkait, Camat dan Lurah, dan semua elemen masyarakat untuk dapat menyampaikan kepada masyarakat bahaya membuang sampah tidak pada tempatnya,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan penanganan banjir di wilayah Kecamatan Genuk, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana untuk ikut serta dalam pencegahan banjir di sungai-sungai yang saat ini menjadi kewenangan pusat.

“Pompa kata BBWS pemasangan saat ini sudah selesai, dan tanggal 20 sudah bisa dioperasikan, sehingga diharapkan banjir di wilayah Trimulyo, Genuk bisa segera diatasi dan wilayah itu kedepannya terbebas dari banjir,” imbuhnya.  (El)