Home Lintas Jateng Gelar Aksi Demo, Mahasiswa Semarang Minta Jokowi-JK Evaluasi Kebijakan

Gelar Aksi Demo, Mahasiswa Semarang Minta Jokowi-JK Evaluasi Kebijakan

Aksi demo mahasiswa Semarang menuntut Jokowi-Jk mengevaluasi kebijakan.
Aksi demo mahasiswa Semarang menuntut Jokowi-Jk mengevaluasi kebijakan.
Aksi demo mahasiswa Semarang menuntut Jokowi-Jk mengevaluasi kebijakan.

Semarang, 20/10 (BeritaJateng.net) – Para demonstran yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) dan Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) melakukan aksi demo di depan Gubernuran Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang karena menilai satu tahun kinerja Jokowi-JK tidak maksimal.

Umar Said Burhanudin, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjelaskan bahwa dirinya bersama teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam PMII menginginkan evaluasi satu tahun kepemimpinan Jokowi – JK yang mulai menurun. Kami akan mengajukan tuntutan untuk menjadi evaluasi dan kritisi kinerja Pemerintahan Jokowi-JK selama satu tahun ini, diantaranya yakni :

  1. Tegakkan supremasi hukum di Indonesia.
  2. Perkuat KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi di Indonesia.
  3. Tindak tegas pemicu konflik di Indonesia.
  4. Tangkap oknum pembakaran lahan.
  5. Realisasikan nawacita yang baik untuk Indonesia.
  6. Batasi Kran Import luar negeri.
  7. Hentikan kontrak Freeport di Indonesia.
  8. Manivestasikan revolusi mental secara riil.
  9. Percepat perbaikan infrastruktur secara cepat.
  10. Perbaiki kondisi perekonomian secepatnya.
  11. Usut tuntas kasus HAM di Indonesia.
  12. Solidkan Kementerian di Kabinet kerja.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mencoba untuk mengevaluasi dan mencoba mengingatkan presiden tercinta yakni presiden Jokowi untuk ingat janji-janjinya dulu ketika dia mencalonkan diri menjadi presiden.

“Kita akan mendesak dari pemerintah provinsi Jateng, untuk dapat menyampaikan aspirasi ini, dan dapat disampaikan dan diteruskan kepada presiden nantinya. Agar program-program yang beliau canangkan segera terealisasi dan segera dirasakan oleh rakyat, karena rakyatlah yang memilih dan rakyatlah yang harus diperhatikan secara penuh,” paparnya.(BJ06)