Home Headline Gelapkan Mobil, Perwira Polisi Terancam Dipecat

Gelapkan Mobil, Perwira Polisi Terancam Dipecat

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Musirawas, 12/3 (BeritaJateng.net) – Seorang perwira polisi di jajaran Polres Musirawas Sumatera Selatan terancam dipecat tidak hormat, karena diduga terlibat aksi penggelapan mobil dan terindikasi mengkonsumsi narkoba.

JFS perwira berpangkat Inspektur Satu (IPTU) itu diduga menjadi otak kasus penggelapan mobil Avanza milik Harmiyatni, warga Desa C Bawangsasi Kecamatan Tugumulyo, kata Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani, Kamis.

Ia menjelaskan, oknum perwira polisi itu saat ini masih diproses Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH), sedangkan dua rekannya RR (30) warga B Srikaton dan DA warga Desa Karang Ketuan juga tengah diproses hukum.

Ketiga pelaku kejahatan itu dibekuk Reskrim Polsek Tugumulyo, Senin (9/3) dan diamankan di Mapolsek Tugumulyo.

Penangkapan ketiga tersangka itu berdasarkan laporan korban pada, Kamis (19/2) dengan kasus penggelapan mobil ke Polsek Tugumulyo dengan Nomor laporan LP/B-38/II/2015/Tgm.

Berdasarkan laporan tersebut, aparat langsung melakukan penyelidikan, setelah cukup bukti ternyata ketiga tersangka bersekongkol melakukan penggadaian mobil korban.

Tersangka diringkus di rumahnya masing-masing pada Senin (9/3) sekitar pukul 10.00 WIB dan tidak melakukan perlawanan.

Menurut Kapolres, dalam penyidikan diketahui tersangka JFS berdomisili di jalan Amula Rahayu Kecamatan Lubuklinggau Selatan II berperan sebagai otak dari kasus penggelapan itu.

Kemudian tersangka RR bertugas meminjam mobil korban untuk diserahkan kepada JFS dan tersangka DA sebagai sopir mobil rental, ujarnya.

Kapolsek Tugumulyo IPTU Suardin membenarkan korban melaporkan kasus penggelapan mobil oleh tersangka dibawanya ke Kota Curup, Bengkulu lalu digadaikan Rp18 juta kepada temannya.

Tersangka FJS mengakui perbuatan dilakukan bersama kedua rekannya yaitu menggadaikan mobil milik Harmiyatni ke temannya di Kota Curup sejak dua bulan lalu.

“Mobil itu kami rental dengan pemiliknya Rp300 ribu perhari, selanjutnya dibawa ke Kota Curup lalu digadaikan,” ujar tersangka.

Sementara Kapolres AKBP Nurhadi juga menduga, tersangka JFS mengkonsumsi narkoba karena saat penangkapan dilakukan penggeledahan di rumahnya ditemukan barang dicurigai sabu.

Petugas menemukan barang bukti berupa beberapa bungkus plastik klip, korek api dan alat penghisap sabu yang diduga milik tersangka.

Namun saat ditemukan plastik tersebut sudah kosong, diduga sudah dibuang tersangka karena saat ditemukan terletak di toilet.

Untuk membuktikan tersangka mengkonsumsi sabu akan dilakukan tes urine, selanjutnya anggota akan melakukan pengejaran dan menyita mobil korban sebagai barang bukti.

Mobil hasil penggelapan itu masih berada di Kota Curup, Bengkulu dan sedang dirental oleh orang lain, katanya. (ant/BJ)

Advertisements