Home Headline Gedung Paru dan Jantung RSUD Mangkrak

Gedung Paru dan Jantung RSUD Mangkrak

image
Ilustrasi

Semarang, 8/1 (beritajateng.net) – Kontraktor yang mengerjakan gedung paru dan jantung rumah sakit umum daerah Semarang lari dari tanggung jawab setelah tak mampu merampungkan proyek tersebut, hal ini di ketahui dalam rapat komisi D dengan pihak RSUD Kota Semarang, Kamis Siang.

Pihak kontraktor yakni PT. Ghories sampai saat ini hanya mampu mengerjakan 27 persen pembangunan gedung paru dan jantung RSUD kota Semarang akhirnya dipastikan lari dari tanggung jawab.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Imam Mardjuki mengatakan, dalam pembangunannya proyek senilai sekitar Rp. 6,6 milyar tersebut sudah terbayar senilai Rp. 1,7 milyar. Gedung ini harusnya telah rampung dikerjakan pihak kontraktor pada 10 Desember ’14 lalu.

“Sesuai dengan perjanjian kontrak pihak rumah sakit dan pihak kontraktor akibat kelalaian tersebut pihak kontraktor didenda senilai sekitar Rp. 300 juta dan dipastikan sudah disetor kas daerah,” paparnya.

Imam menambahkan, selain pihak kontraktor didenda dipastikan perusahaan terserbut di blacklist. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 47 tahun 2012 tentang pengelolaan dana badan layanan umum.

“Denda dan blacklist terpaksa dilakukan, pasalnya tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan pembangunan gedung berlantau dua untuk pelayanan jantung dan paru di kota Semarang. Padahal resiko menjadi mangkrak gedung ini sangat berdampak pada pelayanan publik,” ujarnya.

Dengan masih adanya sisa anggaran sekitar Rp. 4,5 milyar ini, lanjutnya, untuk sementara dikembalikan ke kas daerah, namun bisa diambil kembali untuk biaya kesehatan. Anggaran ini nanti juga bisa untuk meneeruskan pembangunan gedung jantung dan paru RSUD Semarang mendatang.

Ia menjelaskan, akibat mangkraknya pembangunan ini untuk langkah selanjutnya diperlukan kembalu redesign dan budgeting agar bisa direncanakan pembangunan kembali, hal ini disampaikan dalam rapat tertutup DTKP Komisi D DPRD Kota Semarang yang dihadiri direktur RSUD kota Semarang dan pihak Bappeda. (Bj05)