Home Hiburan Gebyar Idul Adha Bukan Kegiatan Kebudayaan

Gebyar Idul Adha Bukan Kegiatan Kebudayaan

1362
        Demak, 24/8 (BeritaJateng.net) – Setelah menuai banyak kontroversi penolakan terkait acara yang akan digelar pada hari Sabtu besok (25/8) di kawasan Kadilangu Demak, pihak penyelenggara dalam hal ini Raja Azhar bin Wahab, mengakui jika Gebyar Idul Adha bukan merupakan kegiatan kebudayaan, akan tetapi hanyalah acara bakti sosial yang dikemas dengan pembagian daging korban serta pembagian dorprice kepada masyarakat yang hadir di acara tersebut.
       Menurut juru bicara Raja Azhar, Rumahadi, membenarkan jika kegiatan tersebut sempat mendapatkan penolakan dari berbagai pihak, akan tetapi Gebyar Idul Adha yang diselenggarakan oleh Kerabat Raja Asal Kelantan Malaysia tersebut tetap akan dilaksanakan, setelah mendapatkan ijin dari Kepolisian Resort Demak.
        “Acara ini murni bakti sosial dengan pembagian santunan anak yatim dan pembagian dorprice, dimana pendanaanya tersebut berasal dari CSR perusahaan milik Raja Azhar yaitu perkebunan kelapa Sawit dan Properti,” ucap Rumahadi.
        Tidak hanya pembagian dorprice dan santunan anak yatim, Raja Azhar juga memberikan bantuan Rp 2 Milyar kepada pihak pengurus Masjid Agung Demak dan Yayasan makam Sunan Kalijaga.
        “Pemberian bantuan untuk masjid agung dan yayasan Sunan Kalijaga itu secara bertahap, masing – masing 1 Milyar,” ucapnya.
        Disisilain, pihaknya membantah jika dituding bahwa kegiatan yang diselenggarakan di Kadilangu tersebut bertujuan akan mengakibatkan klaim kebudayaan yang sudah ada di Demak.  Mereka secara tegas tidak mengatasnamakan sebagai Kerabat Sunan Kalijaga, tetapi membawa nama yayasan Kadilangu saja.
       “Pemberitaan sempat simpang siur bahkan hingga sampai kepada keluarga ahli waris Sunan Kalijaga, Alhamdulillah semuanya sudah dikomunikasikan dan tidak ada masalah,” pungkas Hadi.(BW/El)