Home Lintas Jateng Gara-gara Tak Punya SKTM, Siswa Blora dengan Nilai 35 Tak Lolos PPDB 

Gara-gara Tak Punya SKTM, Siswa Blora dengan Nilai 35 Tak Lolos PPDB 

173
0
      Semarang, 12/7 (BeritaJateng.net) – Ada temuan mengejutkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 1 Blora  Jawa tengah.  Ada salah satu siswa dengan nilai 31 dinyatakan tidak lolos PPDB karena tidak melampirkan SKTM. Anehnya justru siswa dengan nilai 11 dinyatakan lolos karena menggunakan SKTM.
      Temuan ini muncul saat digelarnya pertemuan dengan semua calon wali murid peserta PPDB pengguna SKTM di SMKN 1 Blora rabu sore (11/7/2018).
      Srimulyanti salah satu wali murid mengaku terpaksa menggunakan SKTM untuk mendaftarkan anaknya. Dengan mata berkaca-kaca menceritakan awal mula terpaksa menggunakan SKTM.
       “Awalnya anak saya mendaftar dengan  non SKTM dengan nilai 35 dan menempati rengking 5 pada awal pendaftaran. Tapi berangsur-angsur anak saya tergeser karena adanya pendaftar mengunakan SKTM yang nilainya jauh di bawah anaknya dan membuat posisi anak saya berada pada peringkat 36. Saya sebenarnya juga tidak mau minta SKTM, karena saya merasta mampu,’’ ujarnya.
     Ia menambahkan, karena keinginan kuat anaknya yang ingin sekolah di SMKN 1 Blora, akhirnya ia terpaksa minta SKTM ke kepala desa.
      “Setelah menggunakan SKTM anak saya peringkatnya naik lagi ke peringkat lima besr lagi.’’ bebernya”, Suratno salah satu wali murid siswa penguna SKTM mengaku terpaksa menggunakan SKTM untuk mendaftarkan anaknya di SMKN 1 Blora.
      Ia kecewa lantaran anaknya yang memiliki nilai 31 harus kalah dengan siswa lain yang hanya memiliki nilai 11 namun menggunakan SKTM.‘’Makanya saya kemudian menarik berkas pendaftaran dan daftar lagi pakai SKTM,’’ papar Suratno.
       Hadir dalam pertemuan tesebut, Bupati Blora Djoko Nugroho, Kajari Blora hingga dewan pendidikan kabupaten Blora. Dengan adanya temuan ini, bupati blora meminta agar dilakukan penundaan pengumuman PPDB yang sedianya akan dilakukan hari ini.
       Bupati memerintahkan kepada seluruh Camat untuk mengecek kebenaran SKTM itu di lapangan. Seluruh Camat diminta langsung untuk mengumpulkan Kepala Desa dan Lurah guna bersama-sama melaksanakan verifikasi lapangan.
      “Minta data ke SMA/SMK tentang siapa saja yang mendaftar dengan SKTM, lalu lakukan cek lapangan melalui Kepala Desa dan Lurah. Hasilnya secepatnya laporkan saya”, tandas bupati.
      Di SMK Negeri 1 Blora, dari jumlah kuota penerimaan siswa baru sebanyak 576 kursi, jumlah pendaftarnya 1.528 siswa. Dengan rincian 1015 pendaftar menggunakan SKTM dan 200 an lebih menggunakan KIP.
(MN/EL)