Home Headline Gara-gara Judi, Penjaga Sekolah Nekat Mencuri

Gara-gara Judi, Penjaga Sekolah Nekat Mencuri

Terbelit hutang akibat kalah judi, Dodi Setiyawan nekat melakukan curas
Terbelit hutang akibat kalah judi, Dodi Setiyawan nekat melakukan curas
Terbelit hutang akibat kalah judi, Dodi Setiyawan nekat melakukan curas

Jepara, 13/6 (BeritaJateng.net) –  Dodi Setiyawan (37) warga Desa Beringin (6/2), Kecamatan Batealit harus meringkuk disel Mapolsek Batealit.

Kepada Petugas, pria dua anak ini nekat melakukan tindak pencurian dengan kekerasan (Curas), lantaran terbelit hutang.

Aksi ini dilakukan pelaku, Sabtu siang. Menurut penuturan korban Tasriyah (48), warga desa setempat, merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku yang mengenakan cadar dengan warna putih bermotif kota-kotak hijau. Kepalanya ditutup helm, pelaku berada di depan toko milik korban yang menjual barang-barang rumah tangga.

“Di tengah kecurigaan itu, saya kebetulan mendapatkan panggilan melalui telepon seluler dari saudara. Setelah menyelesaikan percakapan itu, saya menutup toko kemudian menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil,” terang Tasriyah.

Dari kamar mandi, Tasriyah mendengar teriakan anaknya yang berusia sekitar delapan tahun. Anaknya berteriak maling ketika melihat pelaku mencongkel lemari yang terletak di dalam kamar korban.

Korban pun turut berteriak meminta tolong kepada para orang-orang yang ada di sekitarnya. Karena merasa panic, pelaku pun mengakhiri aksinya. Belum sempat membawa uang hasil curian, ia pun berupaya kabur.

Korban berupaya menghadang pelaku dengan ke dua tangannya. Upayanya itu harus ditebus dengan sayatan. Korban menderita luka di jari tengah dan jari manis di tangan kirinya serta luka di jari kelingking di tangan kanan.

Belum jauh pelarian, pelaku yang tiap hari berprofesi sebagai penjaga sekolah ini tak mampu menghindar dari sergapan warga. Pelaku yang ertangkap sempat menderita pukulan oleh warga.

“Dari laporan warga bahwa ada seorang pencuri tertangkap. Kami kemudian mendatangi lokasi untuk membawa pelaku ke mapolsek,” kata Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro.

Hendro mengatakan, dari pelaku, pihaknya menyita sebilah pisau, sebilah sabit dalam kondisi berkarat, cadar putih bermotif kotak hijau, dan helm yang digunakan sebagai penutup kepala serta dompet berisi Rp 1,7 juta.

Ditambahkan, pelaku sebelumnya sudah berniat melakukan pencurian. Modusnya, berpura-pura membeli combor penyiram di toko korban. Diduga upaya itu untuk memelajari situasi TKP.

“Pelaku terancam hukuman selama sembilan tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai dengan kekerasan,” tandas Hendro.

Sementara itu, pelaku selama ini merupakan seorang penjaga sekolah. Sayangnya ia juga menggemari judi domino. Dari kebiasaan buruk yang berlangsung lama itu, ia menderita hutang yang tidak sedikit. Hutangnya yang membelitnya hingga Rp 20 juta.

“Jatuh tempo tak memiliki uang, terpaksa mencuri. Baru kali ini dan langsung tertangkap,” ujarnya sembari menundukkan kepala dengan kedua tangan dalam keadaan diborgol. (bj18)