Home Hukum dan Kriminal Ganjar : Tindak Tegas Oknum Penyelewengan Beras

Ganjar : Tindak Tegas Oknum Penyelewengan Beras

544
Gubernur Jateng melakukan sidak beras
        Semarang, 17/1 (BeritaJateng.net)  –  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan di Jawa Tengah tak perlu menerima beras impor. Untauk  stok beras di wilayah Jateng hingga  saat ini masih cukup aman.
        Ganjar mengatakan, beberapa daerah penghasil beras di Jawa Tengah dalam waktu dekat akan panen. “Akhir Januari ini ada panen, bulan Februari nanti panen raya,” tegas Ganjar, Rabu.
         Terkait dengan persoalan harga beras, menurut Ganjar, terus dipantau Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
         Menurutnya, harga beras di pasaran akan distabilkan dengan operasi pasar yang dilakukan Bulog. Harga beras di pasaran sudah menyentuh angka Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. “Dengan operasi pasar beras seharga Rp 9.000 per kilogram diharapkan bisa menstabilkan harga di pasaran,” ujarnya.
          Terkait  adanya aksi penyelewengan distribusi beras yang terungkap belakangan ini di Pelabuhan Tanjungmas, Semarang, Ganjar mengatakan akan menindak tegas semua penimbun maupun pihak yang dengan sengaja menyelundupkan beras Bulog.
           “Pemerintah Provinsi Jateng sudah bekerjasama dengan satgas pangan untuk langsung menyikat oknum yang melakukan penyelewengan beras. Namanya tikus akan mencari terus celah yang ada karena kejahatan bisa dari mana saja,” tegasnya.
          Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari menuturkan, hingga hari ini Bulog sudah menyalurkan 20.200 ton beras ke 15 pasar tradisional penyumbang inflasi terbesar dan tersebar di 35 Kabupaten/Kota. Langkah tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari operasi pasar.
          Bulog sendiri menargetkan untuk menyalurkan 50.000 ton beras hingga Maret nanti. Namun, jika nanti dalam perkembangan harga beras relatif stabil, bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maka secara otomatis maka operasi pasar akan berhenti.
          “Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya agar harga beras stabil. Kami juga turut mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual kembali beras yang dibeli dalam gelaran operasi pasar,” tandas Djoni. (Nh/El)