Home Headline Ganjar Siapkan PSBB di Jateng

Ganjar Siapkan PSBB di Jateng

730

SEMARANG, 2/4 (Beritajateng.net) – Presiden RI Joko Widodo sudah memutuskan opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah diminta menyiapkan penerapan PSBB di wilayahnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Budaya mudik yang kental di masyarakat kita, diperkirakan tetap akan berjalan meski masih diliputi pandemi Corona.

“Setiap kabupaten/kota untuk menyiapkan diri dalam skenario, termasuk skenario ketika yang di Jakarta kembali ke daerahnya. Maka ini akan bertambah. Bagaimana pencegahan dari sisi kesehatan, jaring pengamanannya,” ungkapnya.

Namun Ganjar juga mewanti-wanti, agar seluruh kepala daerah tidak terburu-buru untuk mengeluarkan statement atau memutuskan status PSBB. Segala aspek harus dipertimbangkan, dari koordinasi sampai kesiapan anggaran.

“Cara ini jauh lebih baik. Daripada statement dulu, nanti kebingungan. Lebih baik, menyiapkan dulu baru statement,” katanya.

Ganjar juga mengungkapkan dirinya intens komunikasi dengan bupati dan walikota se Jawa Tengah. Dengan Bupati Wonogiri, salah satunya. Menurut Ganjar, Bupati Wonogiri aktif melaporkan dan minta pertimbangan dirinya dalam menangani COVID-19. Termasuk soal relokasi dan realokasi anggaran.

“Dia berhasil mengumpulkan Rp 100 miliar lebih dan menyiapkan segala sesuatunya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Ganjar menyoroti penerapan isolasi sebagian wilayah yang dilakukan di Kota Tegal. Isolasi yang dinamakan Local Lockdown tersebut harus menyesuaikan dengan PSBB yang disampaikan Presiden Jokowi. Maka seluruh daerah harus mengikuti dan menyesuaikan, termasuk Kota Tegal.

“Sekarang kita minta (Pemkot Tegal) menyesuaikan dan evaluasi. Pelaksanaannya seperti apa,
termasuk apa yang mesti dilakukan,” kata Ganjar, Kamis (2/4).

Dengan demikian, lanjut Ganjar, Pemkot Tegal mesti membuat skenario ulang, termasuk dalam menghadapi pemudik dari Jakarta.

“Nah kota Tegal saya minta untuk belajar itu. Karena mereka sudah terlanjur menyiapkan tapi anggarannya belum siap, sekarang saya minta untuk dikejar. Tolong dikejar, Anda siapkan semua agar tidak ada yang ditinggal,” katanya.

Pasca memutusan Local lockdown, walikota Tegal Dedi Yon dikatakan Ganjar semakin kerap komunikasi dengan dirinya. Dari komunikasi tersebut, Ganjar akhirnya memahami seluk beluk lock down-nya Kota Tegal. Terlebih, keputusan tersebut sempat jadi salah satu topik pembicaraan saat Ganjar rapat melalui konferensi video bersama Presiden Jokowi. Dia pun dengan gamblang bisa memberi penjelasan.

“Tapi Pak Walikota enak orangnya. Tegal kemarin bersama Papua dibahas oleh pusat. Maka waktu saya ditanya, enggak kok pak. Ceritanya tidak seperti itu. Mereka hanya ingin menutup jalan saja,” katanya.

(NK)