Home Headline Ganjar Marah Lihat Kerumunan di Kantin DPRD Jateng, Ini Tanggapan Bambang Krebo

Ganjar Marah Lihat Kerumunan di Kantin DPRD Jateng, Ini Tanggapan Bambang Krebo

1016

SEMARANG, 21/9 (Beritajateng.net) – Video Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tiba tiba masuk ke Kantin DPRD Jateng dan marah melihat kerumunan PNS dan tamu yang sedang makan minum mendadak viral di media sosial Tweeter yang diunggah oleh akun @gus_raharjo pada hari Senin (21/9) dan mendapat tanggapan yang ramai dari netizen.

Melihat video yang viral tersebut, Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto memaklumi apa yang dilakukan gubernur bahkan upaya tersebut dinilai bagus mengingat mayoritas yang sedang berada di kantin tersebut adalah ASN Pemprov Jateng.

“Saya bisa memahami apa yang dilakukan gubernur Ganjar karena ASN Pemprov menjadi tanggung jawab kepala daerah,” ungkapnya saat diminta tanggapan atas viralnya video tersebut.

Namun demikian menurut Krebo, gubernur diminta bijak dalam mengingatkan pengunjung yang sedang berada dalam kantin seperti itu, diantaranya tidak perlu marah secara berlebihan mengingat berdasar pantauan pihaknya dari video tersebut, pengunjung sudah duduk dengan berjarak.

Pembinaan pengelolaan kantin juga berada di pihak eksekutif. Sebaiknya tidak hanya kantin yang berada di lingkungan DPRD Jateng saja yang diingatkan tetapi kantin kantin lain yang berada lingkungan Pemprov Jateng juga dilakukan pembinaan agar pengunjung bisa menjaga jarak.

“Selama ini pengelola kantin saya lihat sudah mengatur kursi dengan berjarak sekitar 1 meter, jadi sudah berjarak. Mungkin pengunjung ada yang menggeser kursi sehingga terjadi kerumunan,” katanya.

Pada momen yang lain usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jateng di lantai 4 Gedung Berlian, Gubernur Ganjar Pranowo terlihat diwawancara oleh puluhan wartawan dari berbagai media. Foto yang berkembang di kalangan Anggota DPRD Jateng memperlihatkan wartawan tidak berjarak dan berkerumun. Namun demikian Ganjar tidak mengingatkan atau bahan membubarkan kerumunan tersebut.

“Itu malah di depan mata gubernur. Harusnya wartawan diingatkan untuk jaga jarak tidak berkerumun. Ini agar tidak terkesan membeda bedakan,” pintanya.

(NK)