Home News Update Ganjar: Jangan Ada Lagi Medali yang Dijual

Ganjar: Jangan Ada Lagi Medali yang Dijual

66
0
Apel Pagi sekaligus Penyerahan Tali Asih kepada Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (4/11).

Semarang, 4/11 (BeritaJateng.net) – Tradisi olahraga yang baik terus ditekankan, khususnya di Jawa Tengah. Pertandingan yang spotif dan jujur akan lebih bernilai ketimbang mengumpulkan medali sebanyak-banyaknya dengan cara yang tidak semestinya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengakui kemenangan merupakan cita-cita yang selalu ingin diraih, meski pada saat bertanding ada yang menang dan kalah. Untuk meraih kemenangan diperlukan usaha dan kesiapan yang lebih, dan dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Bukan dengan cara yang tidak benar. Karenanya, Ganjar terus mengingatkan para insan olahraga di provinsi ini agar mengedepankan sportivitas dan kejujuran dalam bertanding.

“Buat saya, lebih berharga, lebih bernilai ketika kita bertanding dengan sportivitas dan kejujuran. Jujur dalam olahraga adalah bagian dari sistem sosial yang ada di negara kita yang harus kita perjuangkan,” bebernya pada Apel Pagi sekaligus Penyerahan Tali Asih kepada Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (4/11).

Tali asih yang diberikan pada hari itu memang baru 41 persen, mengingat anggaran yang tersedia masih kurang. Sebab, saat menganggarkan pemerintah provinsi belum mengetahui berapa medali yang diraih, dan berapa anggaran yang didapat. Pengalokasian anggaran baru berdasarkan target dan kekuatan anggaran saat ini. Namun setidaknya penyerahan tali asih menjadi komitmen pemerintah untuk memberikan penghargaan kepada para atlet yang telah berprestasi membawa nama Jawa Tengah. Ganjar berjanji kekurangan anggaran akan terus diperjuangkan dan dikawal langsung, sehingga bisa dibagikan pada tahun depan.

Ditambahkan, pemberantasan pungutan liar (pungli) yang menjadi semangat Presiden RI Ir Joko Widodo diharapkan juga dilakukan di bidang olahraga. Di mana nantinya tidak ada lagi sogok-sogokan, pemotongan uang pembinaan atlet, dan sebagainya. Termasuk, memberantas praktik pemotongan insentif yang diberikan kepada atlet berprestasi.

“Jadi kalau ada atlet yang merasa dipangkas, dipungli oleh siapa pun, matur Gubernur. Datang ke kantor saya. Ruangan saya ada di sana (lantai II Kantor Gubernur). Jangan kuatir,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Tidak hanya menyangkut pemberian insentif dan pembenahan sarana prasarana olahraga, Gubernur juga mengupayakan perbaikan masa depan atlet. Salah satunya, membuka relasi dengan perusahaan, BUMN, dan BUMN, agar memberi peluang kerja bagi atlet. Sehingga, medali dan penghargaan yang pernah diraih tidak dijual.

“Kalau ada yang berprestasi dan sulit mendapatkan pekerjaan, kita carikan, kita salurkan agar prestasi yang pernah diraih, medali yang pernah diperoleh, tidak dijual. Sedih. Tidak dijual karena itu menjadi prasasti yang luar biasa kepada para atlet maupun institusi. Mari kita carikan meskipun kadang-kadang belum seperti yang diharapkan. Karena dunia kerja dengan dunia atlet tentu berbeda. Dunia atlet berprestasi mendapatkan medali, dunia kerja membutuhkan kompetensi dan profesionalisme,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Provinsi Jawa Tengah Drs Budi Santoso MSi menjelaskan pada tahap I, tali asih yang diberikan kepada atlet dan pelatih PON XIX sebesar Rp8.189.000.000, dari yang direncanakan Rp 19.789.500.000. Sementara, tali asih untuk atlet dan pelatih Peparnas XV pada tahap I ini Rp 12.758.000.000.

Tali asih secara simbolis diberikan kepada atlet PON cabang olahraga billiard Rp 339,8 juta, judo Rp 201,2 juta, angkat besi/ berat/ binaraga Rp 213,8 juta, pelatih PON cabor billiard Rp.151.700.000. Tali asih bagi atlet Peparnas diberikan secara simbolis pada cabor atletik Rp 200 juta, renang Rp 160 juta, tenis meja Rp 100 juta, dan pelatih Peparnas cabor atletik Rp 50 juta.

“Kekurangannya untuk PON Rp 11 miliar dan Peparnas Rp 12 miliar akan dibayarkan pada tahun depan,” terangnya.

Untuk diketahui, perolehan tim Jawa Tengah pada PON XIX di Bandung sebanyak 32 medali emas, 56 medali perak, dan 85 medali perunggu. Sementara, pada Peparnas XV, kontingen Jawa Tengah menduduki peringkat kedua dengan raihan 68 medali emas, 72 medali perak, dan 55 medali perunggu. (Bj)