Home Nasional Ganjar Gubernur Pertama di Indonesia yang dukung Kampanye Anti Kekerasan Anak

Ganjar Gubernur Pertama di Indonesia yang dukung Kampanye Anti Kekerasan Anak

Semarang, 29/11 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung kampanye anti kekerasan terhadap anak dengan mendaftarkan diri melalui signup website www.pelindungananak.org, dengan mendaftarkan akun tersebut Ganjar menjadi Gubernur pertama di Indonesia yang mendukung perlindungan anak dari kekerasan sekitar.

Melalui situs tersebut, siapapun dapat turut serta menjadi pendukung anti kekerasan pada anak, melaporkan, dan melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak.

Ganjar mengatakan, gerakan anti kekerasan pada anak dan mengajak semua orang untuk terlibat menjadi orangtua anak, perlu didukung. Maka dengan turut serta mendaftarkan diri melalui situs itu, menurutnya sebagai bentuk keseriusan dirinya mendukung gerakan ini.

P_20151129_093434

“Ketika kemudian ditawarkan untuk menunjukan pada sebuah keseriusan, pasti saya ikut dengan mereka,” katanya saat menghadiri acara Ganjar Mengajar sebagai puncak kegiatan peringatan hari anak internasional di halaman kantor DPRD Jateng, Minggu (29/11).

Menurutnya, gerakan anti kekerasan pada anak harusnya diarahkan pada setiap orangtua dan masyarakat secara luas. Sebab anak tidak akan tahu apakah dirinya sedang disayang, ataukah sedang disakiti.

“Khususnya masyarakat di Jateng, ayo kita peduli. Siapapun harus berkomitmen, semua harus jadi orangtuanya anak-anak. Itu spirit untuk melindungi anak-anak,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga berdialog dengan para anak-anak yang hadir dari berbagai daerah, di antaranya, Surakarta, Klaten, Semarang, dan lalin-lain. Ganjar menerima keluhan dari anak-anak dalam aktivitas di sekolah maupun di dalam rumah.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Sri Kusuma Astuti mengatakan, pada puncak kampanye anti kekerasan pada anak tersebut diikuti sekitar 600 orang.

Mereka berasal dari unsur pimpinan SKPD Pemprov Jateng, sejumlah forum komunitas anak di Jateng, perwakilan anak-anak dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten dan Kota Semarang, dan lain-lain. “Ini untuk membangun pemahaman pada public tentang pencegahan kekerasan pada anak, serta membangun pemahaman pada dunia usaha tentang lingkungan bebas dari kekerasan pada anak,” katanya. (Bj)