Home Headline Ganjar Akui Angka Kemiskinan di Jateng Tinggi

Ganjar Akui Angka Kemiskinan di Jateng Tinggi

70
0

SEMARANG, 11/8 (Beritajateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih tinggi bahkan menempati deret terendah kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Dia menekankan di masa yang akan datang harus dikeroyok semua pihak agar bisa segera turun angkanya.

“Saya tidak akan cari pembenaran, memang saat ini masih sangat tinggi. Oleh karena itu butuh dikeroyok bareng bareng semua komponen,” ungkapnya usai menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Jawa Tengah, di Panti Marhaen Semarang, Jumat (11/8).

Ganjar mengaku geregetan program program pengentasan kemiskinan sudah dilakukan namun angka kemiskinannya hanya turun tidak ada satu persen.

“Saya geregetan, mosok tahun ini hanya turun nol koma sekian gak ada satu persen,” katanya.

Ganjar mengharapkan semua potensi yang ada di Jawa Tengah untuk bersama sama menfokuskan programnya untuk menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

“Dari angel budget, tidak bisa hanya mengandalkan dari dana APBD. Inovasinya harus ada, maka sekarang CSR, databasenya dikuatkan. Maka semua harus fokus ngatasi kemiskinan ini,” jelasnya.

Ganjar menambahkan, saat ini dirinya juga mendorong agar Baznas serta lembaga zakat yang lain untuk diarahkan juga dalam penanggulangan kemiskinan tersebut.

Sementara itu selain Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko juga sudah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil gubernur. Mantan Bupati Purbalingga ini datang satu rombongan dengan Ganjar. Namun dalam pengembaliannya Heru menyerahkan setelah Ganjar.

“Saya tetap komitmen seperti pernyataan semula, makanya saya ambil formulir setelah utusannya pak Ganjar mengambil. Demikian juga pengembaliannya juga setelah pak Ganjar,” bebernya.

Mengenai sikapnya tersebut, Heru Sudjatmoko mengatakan bahwa tidak ada persoalan dia mengambil langkah tersebut. Sikap tersebut murni didasari atas etika sebagai orang Jawa.

“Ini semata mata karena saya ingin menjunjung tinggi adat ketimuran. Biar pak gubernur dulu baru saya menyusul,” katanya.

Sampai dengan penutupan penjaringan dan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur di PDI perjuangan, terdapat 25 orang yang mengambil formulir. Namun setelah ditutup, hanya 19 pendaftar yang mengembalikan formulir. Dari kesembilan belas pendaftar tersebut terdapat 5 pendaftar balon gubernur dan 14 balon wakil gubernur.

(NK)