Home DPRD Kota Semarang Ganggu Kelancaran Arus Mudik, DPRD Minta Terminal Bayangan Di Bersihkan

Ganggu Kelancaran Arus Mudik, DPRD Minta Terminal Bayangan Di Bersihkan

716
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 30/6 (BeritaJateng.net) – Fungsi terminal Mangkang yang diperuntukan sebagai terminal penumpang hingga sekarang ini belum berfungsi secara optimal. Pasalnya, masih banyak bus luar kota maupun dalam kota yang tidak masuk kedalam terminal tersebut. Bahkan, para penumpang lebih memilih menunggu dan menaikan penumpang pada terminal bayangan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi menegaskan keberadaan terminal bayangan di sejumlah ruas jalan bakal mengganggu kelancaran arus mudik.

“Kami ingin terminal bayangan ini bersih, apalagi sebentar lagi akan ada arus mudik,” katanya, saat inspeksi mendadak terminal bayangan yang ada di ruas jalan Kalibanteng-Mangkang, Semarang, Selasa.

Dalam sidak itu, masih ditemui bus yang berhenti menunggu penumpang di agen-agen bus yang ada di sepanjang ruas jalan itu sehingga membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kemacetan.

Politikus PDI Perjuangan kemudian berdialog dengan para koordinator agen bus mengenai larangan terminal bayangan karena menimbulkan berbagai dampak, seperti kemacetan dan retribusi terminal tak maksimal.

“Pada arus mudik nanti kan kendaraan sangat padat. Keberadaan terminal bayangan ini akan mengganggu arus lalu lintas sehingga harus ditertibkan. Tadi, agen-agen bus mau menaati aturan ini,” katanya.

Supriyadi mengatakan penghilangan terminal bayangan sebaiknya tidak hanya dilakukan menghadapi Lebaran, namun harus dilakukan seterusnya untuk menjamin optimalisasi fungsi terminal yang sudah ada.

“Penertiban terminal bayangan Harus konsisten dan seterusnya. Jangan hanya mendekati Lebaran saja. Bukan hanya di Kalibanteng-Mangkang, namun terminal bayangan di kawasan Terminal Terboyo,” katanya.

Sidak juga dilakukan di Terminal Mangkang Semarang yang selama ini kurang maksimal termanfaatkan karena banyak bus yang enggan masuk ke terminal, padahal sudah ada rambu peringatan yang mewajibkan.

Keberadaan pos penjagaan yang dijaga petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang di depan terminal ternyata belum cukup mampu memaksa bus untuk masuk terminal.

Para petugas Dishubkominfo yang sebelumnya duduk tampak kebingungan dan langsung berdiri untuk mencegati bus-bus agar masuk ke terminal, begitu melihat mobil warna putih yang ditumpangi Supriyadi.

Petugas Dishubkominfo, termasuk koordinator regu di Terminal Mangkang pun tak bisa menjawab pertanyaan Supriyadi mengenai jumlah rata-rata bus yang masuk ke terminal, termasuk perolehan retribusi.

“Kami dapat laporan masyarakat kalau bus-bus yang harusnya masuk ke Terminal Mangkang ternyata tidak masuk meski sudah ada petugas yang berjaga. Kalau begini, terminal kan jadi tidak optimal,” katanya.

Sementara, Koordinator Regu C Dishubkominfo di Terminal Mangkang Marno menyebutkan besaran retribusi yang ditarik menyesuaikan, yakni bus besar Rp3.000/unit, sementara bus kecil Rp1.500-2.000/unit.

“Berapa retribusi yang didapat, kami kurang tahu jumlahnya. Soalnya, retribusi yang didapat langsung kami setorkan ke bendahara Dishubkominfo, tidak kami hitung. Kadang sepi, kadang ramai,” katanya. (Bj05)

Advertisements