Home Headline Galian C Masih Beroperasi, Bupati Kendal Berang

Galian C Masih Beroperasi, Bupati Kendal Berang

image
Petugas Dishub saat menertibkan dump truk proyek galian C (BJ/DK)

Kendal, 21/11 (Beritajateng.net) – Pernah ditutup paksa oleh Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, penambangan Galian C yang berada di sepanjang Kali Bodri Kecamatan Pegandon Kendal ketahuan masih beroperasi secara diam-diam pada Jumat (21/11). Hal ini membuat orang nomor satu di Kendal ini berang dan menginstruksikan Dinas Perhubungan serta Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) untuk kembali menghentikan aktivitas penambangan dan dump truk yang mengangkut hasil tambang.

Wanita yang akrab disapa Widya ini menyampaikan dirinya tidak menyangka penutupan paksa yang pernah dilakukan satu bulan lalu itu tidak ditanggapi pengelola tambang. “Saya kira sudah ditutup satu bulan lalu, ternyata saat saya melintas di Desa Puguh masih banyak dump truk membawa hasil tambang keluar dari lokasi,” tuturnya.

Melihat hal tersebut dirinya mengaku segera melakukan koordinasi dengan sejumlah jajarannya untuk segera bertindak. Widya juga meminta bantuan pengamanan dari Polres Kendal agar dapat menyita semua alat berat yang digunakan pengelola galian c dan dump truk pengangkut hasil tambang. “Saya sudah berkoordinasi dengan Polres untuk melakukan bantuan pengamanan dalam proses penutupan dan pemantauan,” jelasnya.

Widya melanjutkan, keinginannya menutup semua galian C di Kabupaten Kendal karena sudah tidak berijin. Selain itu, aktivitas pengerukan yang selama ini dilakukan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Sehingga banyak kawasan serapan air di hulu Kali Bodri menjadi rusak.

“Banyak sekali dampak negatif dari galian C. Bahkan tidak ada satupun dampak positif yang didapat warga Kendal. Salah satu yang paling dirasakan adalah kerusakan jalan karena lalu lalang dump truk,” terangnya.

Sidak dan penutupan paksa untuk kedua kalinya ini sempat mengakibatkan adu mulut antara pekerja dan Bupati Kendal. Para pekerja tambang merasa penutupan tersebut tebang pilih, karena hanya beberapa saja yang ditutup paksa. Tetapi petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP segera membawa mereka dan alat beratnya keluar dari lokasi penambangan. Selain itu, banyak juga yang berusaha melarikan diri ketika rombongan sidak Bupati Kendal mengunjungi tempat tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Subarso membenarkan jika dirinya mendapatkan instruksi untuk menghentikan setiap dump truk yang melintas pasca penutupan galian C ilegal di Kecamatan Pegandon. “Saya langsung berkoordinasi dengan Polres Kendal untuk menghentikan laju dump truk yang nekad melintas karena aktifitas penggalian sudah dihentikan oleh Bupati,”ujar Subarso. (DK/pj)