Home Ekbis Galeri UMKM Kota Lama Semarang Sasar Pangsa Premium

Galeri UMKM Kota Lama Semarang Sasar Pangsa Premium

38
0
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau Galeri UMKM Kota Lama Semarang.

Semarang, 27/7 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebutkan Galeri UMKM di kawasan Kota Lama disiapkan untuk pangsa konsumen dari kelas premium atau menengah atas.

“Kami membuat galeri ini untuk produk-produk premium, tidak sama dengan produk umum,” katanya saat meninjau progres kesiapan Galeri UMKM di kawasan Kota Lama, Semarang.

Rencananya, Galeri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menempati gedung milik PT Telkom di kawasan Kota Lama Semarang itu bakal diluncurkan pada 1 Agustus 2017.

Ita, sapaan akrab Hevearita mengatakan selama ini kerap kesulitan untuk menjamu tamu-tamu yang datang, seperti pejabat dari daerah lain, pejabat pusat, maupun turis dari kapal pesiar.

“Makanya, ‘market’-nya tidak sembarangan. Produk lokal, tetapi kualitas dan mutunya terjamin. Jadi, semacam produk-produk `branded`-nya Semarang. `Kan bagus jadi punya ciri khas,” katanya.

Saat meninjau Galeri UMKM, Ita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang itu pun sempat kaget melihat “display” (penataan) barang yang terkesan asal-asalan.

“Enggak boleh seperti ini. Barang yang dipajang enggak boleh banyak-banyak, jadi `ngruntel`. Sedikit saja (yang dipajang, red.) sehingga kesannya eksklusif,” kata kepada penjaga galeri itu.

Diakuinya, selektivitas diperlukan terhadap barang yang dipajang, sebab pangsa pasarnya berkelas atau premium, berbeda dengan galeri atau tempat yang menjual produk-produk UMKM lainnya.

“Di sini, pangsanya premium. Kalau yang kelas sedang ada di galeri di Balai Kota Semarang, sementara pangsa umum di Pasar Bulu. Jadi, semua memang sudah disiapkan sedemikian rupa,” tegasnya.

Ia juga mendorong Dinas Koperasi dan UMKM beserta Dinas Perindustrian untuk aktif mendorong kalangan UMKM di Kota Semarang terus berkreasi menghasilkan produk-produk unggulan yang berkualitas.

“Yang dimaksud kelas premium itu, dari bentuknya. Misalnya, tas yang bagus dan berbeda dengan di pasaran. Jenis bahannya juga dipilih paling bagus, demikian juga dompet, kalung, dan sebagainya,” katanya.

Namun, Ita mengingatkan produk-produk UMKM itu tetap harus menonjolkan ciri khas Kota Semarang, seperti menampilkan motif bunga sepatu, wrak ngendog yang menjadi ikon Kota Atlas. (El)