Galakan Pertanian Perkotaan, Ita Panen Anggur di Halaman Balaikota

SEMARANG, 26/11 (BeritaJateng.net) – Pemanfaatan lahan sempit untuk lahan pertanian di perkotaan atau urban farming, terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang. Salah satunya memanfaatkan taman Balai Kota, untuk menanam anggur, jeruk, beberapa jenis sayuran bahkan padi.

Pohon anggur merah yang ditanam di Halaman Balai Kota, beberapa bulan lalu pun saat ini sudah mulai berbuah. Plt. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyempatkan diri melakukan panen disela-sela kesibukannya, Jumat (25/11).

Mbak Ita, sapaan akrabnya menjelaskan jika panen anggur ini menjadi salah satu cara yang dilakukan Pemkot Semarang, untuk menggerakkan pertanian perkotaan. Dimana aneka tanaman buah, sayur bisa ditanam, meskipun di ladang sempit.

“Panen ini sebagai salah contoh kalau di kantor saja bisa diterapkan budidaya tanaman buah, entah itu didalam pot atau apapun. Jadi kami tidak hanya membersihkan instruksi saja, tapi sudah melakukannya,” kata Mbak Ita.

Meski ditanam di pekarangan ataupun lahan sempit, lanjut Mbak Ita, rasa anggur ataupun buah yang ditanam sama seperti buah yang dijual di pasar ataupun supermarket. Artinya pemanfaatan lahan kosong, bisa dilakukan masyarakat dengan urban farming agar lebih produktif.

“Rasanya sama seperti yang dibeli di pasar, lahan-lahan kosong ini bisa dimanfaatkan untuk pertanian agar lebih produktif,” tambahnya.

Jika masyarakat bisa melakukan pemanfaatan lahan sempit misalnya pekarangan rumah, ataupun kantor dengan sistem urban farming. Menurut Ita, ketahanan pangan di Kota Semarang bisa terwujud dari tingkat rumah tangga.

“Harapannya bisa jika urban farming dilakukan masyarakat, maka akan terwujud kedaulatan dan ketahanan pangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menerangkan, jika pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian ini bisa dilakukan melalui metode urban farming.

“Selain buah, sayuran pun bisa ditanam oleh masyarakat,”tambahnya.

Pelatihan kepada masyarakat, serta pembentukan kelompok wanita tani pun telah dibentuk untuk menerapkan sistem pertanian perkotaan. Selain itu, pihaknya bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, juga telah menyasar sekolah-sekolah untuk bisa memanfaatkan lahan, untuk sistem pertanian perkotaan.

“Kita juga sudah masuk ke sekolah, bahkan pelatihan urban farming untuk memaksimalkan aset yang ada,”pungkasnya. (Ak/El)

Leave a Reply