Home Ekbis Gagal Panen, Harga Beras Di Purbalingga Meroket

Gagal Panen, Harga Beras Di Purbalingga Meroket

34
0
Stok beras di Bulog masih terpantau aman hingga Lebaran.
              Purbalingga, 30/7 (BeritaJateng.net) – Akhir pekan ini sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Purbalingga banyak yang mengalami kenaikan harga, hal tersebut dikarenakan petani mengalami gagal panen dan penyerapan tengkulak luar daerah cukup tinggi.
               Berdasarkan Laporan Perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) Kabupaten Purbalingga tertanggal 25 Juli 2017 harga beras IR 64 premium maupun medium naik Rp 500 per kilo gram.
               Beras IR 64 premium yang minggu kemarin Rp 9.000 per kilo gram saat ini mencapai Rp 9.500 per kilo gram. Sedangkan beras IR 64 medium naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.500 per kilo gram. Selain beras, telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp 2.500 yaitu dari Rp 21.000 per kilo gram, saat ini menjadi Rp 23.500 rupiah per kilo gram.
                Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga Johan Arifin mengatakan musim panen kemarin, petani Purbalingga mengalami gagal panen. Kemudian penyerapan hasil gabah panen yang di serap tengkulak asli Purbalingga juga minim malah banyak diserap tengkulak dari luar daerah. Hal tersebut yang menyebabkan beras harganya naik walaupun cuma Rp 500 saja.
                ” Pada Minggu ini, harga telur ikut naik dikarena dari peternak produksinya lagi turun, ditambah lagi musim hajatan banyak yang beli,” ujar Johan, Sabtu (29/7) di ruang kerjanya. Johan juga menambahkan selain beras dan telur, harga garam di Kabupaten Purbalingga mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga garam disebabkan menurunya produksi dari petani garam karena faktor cuaca.
                Sementara itu, Kepala Pasar Segamas Purbalingga Suyadi mengatakan minggu ini, harga garam di Pasar Segamas Purbalingga jenis batangan isi 12 buah mencapai Rp 8.500 , pada minggu yang lalu hanya Rp 7.000 per kilo gram. Kemudian garam yodium halus isi 40 buah yang sebelumnya hanya 15 ribu rupiah, saat ini sudah mencapai 18 ribu rupiah per kilo gram atau naik 3 ribu rupiah.
                  “Selain mengalami kenaikan harga, terdapat beberapa kepokmas yang mengalami penurunan harga yakni seperti bawang merah lokal, bawang putih kating dan minyak goreng curah,” kata Suyadi.
                 Suyadi menerangkan bawang merah turun Rp 3.000 per kilo gram dari Rp 30.000 menjadi Rp 27.000 per kilo gram. Bawang Putih kating turun Rp 8.000 per kilo gram dari Rp 50.000 per kilo gram menjadi Rp 42.000 per kilo gram. Kemudian minyak goreng curah turun Rp 500 per kilo gram dari Rp 11.500 menjadi Rp 11.000 per kilo gram.
                 “Harga minyak goreng jenis malindo turun disebabkan produksi minyak sawit cukup melimpah. Kemudian penurunan harga bawang merah maupun bawang putih kating disebabkan karena stok dan pasokan barang cukup melimpah di pasaran,” katanya
                 Sementara itu, harga komoditas cabe dan daging saat ini stabil. Cabe merah kriting saat ini seharga Rp 16.000 per kilo gram, cabe hijau kriting seharga Rp 12.000 per kilo gram, cabe rawit hijau Rp 18.000 per kilo gram, dan cabe rawit merah seharga Rp 40.000 per kilo gram.
                 “Daging juga saat ini stabil, daging sapi murni seharga Rp 120 ribu per kilo gram, daging ayam ras Rp 30 ribu per kilo gram, dan daging ayam kampung seharga Rp 60 ribu per kilo gram,” pungkasnya. (yit/el)