Home Headline Gagal Curi Motor, Pelaku Sekap Warga Setelah Di Kepung

Gagal Curi Motor, Pelaku Sekap Warga Setelah Di Kepung

368
Gagal Curi Motor, Pelaku Sekap Warga Setelah Di Kepung

Semarang, 20/3 (BeritaJateng.net) – Aparat Polsek Semarang Barat, Polrestabes Semarang mengelar rekontruksi kasus pencurian dan penyekapan anak di jalan Gedung Batu Utara, Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.

Pelaku bernama Ardy Nurcahyo (26) melakukan 23 adegan. Dalam proses rekontruksi diketahui pelaku melakukan penyekapan terhadap dua orang anak di dalam kamar.

Dalam rekontruksi awalnya pelaku mencoba mengambil sepeda motor milik Dono (54) Ketua Rt setempat. Namun saat akan mengeluarkan sepeda motor, aksi pelaku berhasil diketahui warga. Pelaku kabur meninggalkan sepeda motor di teras rumah.

Warga yang geram dengan ulah pelaku kemudian mengejar dan mencari keberadaan pelaku. Disaat warga mencari, pelaku bersembunyi di rumah warga bernama suhardono (44), pelaku masuk melalui pintu samping setelah memanjat tembok dan bersembunyi didalam kamar anak Suhardono.

Mengetahui kedua anak suhardono Zalfa dan adiknya masih terlelap tidur, pelaku memanfaatkan kondisi sepi dengan mengambil dompet berisi uang Rp. 130 ribu.

Gagal Curi Motor, Pelaku Sekap Warga Setelah Di Kepung

“Dari dalam rumah, saya melihat pelaku lari di depan rumah melalui jendela. Saya tahu kalau pelaku di kamar anak saya ketika melihat pintunya tertutup. Sebelumnya terbuka, pelaku saya minta keluar namun tidak mau, saya sempat dorong-doronagan pintu dengan pelaku,” ungkap Suhardono.

Mengetahui tidak bisa keluar dan dalam posisi terkepung pelaku bingung. Kedua anak suhardono disekap. Bahkan salah satu anaknya sempat diinjak dan di kalungi senjata tajam.

“Saya bingung karena sudah dikepung warga,“ ungkap Ardy pelaku pencurian.

Polisi yang datang akhirnya melumpuhkan pelaku menggunakan tembakan beraliran listrik mengenai dada pelaku. Tembakan dilayangkan polisi melalui lubang di tembok kamar

Rekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui fakta dan kesesuaian antara keterangan pelaku dan saksi serta barang bukti yang diamankan. Rekonstruksi ini juga untuk melihat peran yang dilakukan oleh pelaku.

“Rekontruksi ini dilakukan untuk memperjelas dan kesesuaian antara keterangan saksi dan pelaku,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Sutarno.

Dari penyelidikan polisi, pelaku termasuk residivis dan sudah tiga kali ini melakukan tindak kejahatan.

“Pelaku sudah tiga kali ini melakukan tindak kejahatan dan sudah dua kali mendekam di penjara, pertama tahun 2012 pembobolan ATM di Kelud kemudian pembobolan Indomaret tahun 2014 di Semarang Barat,” ujarnya.

Namun nahas untuk ketiga kalinya pelaku gagal melakukan aksinya dan berhasil digagalkan Aparat Kepolisian bersama warga setempat. Atas perbuatannya Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Nh/El)