Home Headline Gagahi Gadis Belia, Nelayan Ditangkap Polisi

Gagahi Gadis Belia, Nelayan Ditangkap Polisi

Pasangan mesum kena razia polsek Gayamsari, Kamis (7/5).
Tersangka saat diamankan di kantor polisi
Tersangka saat diamankan di kantor polisi
Tersangka saat diamankan di kantor polisi

KENDAL, 6/5 (BeritaJateng.net) – Gara-gara memperdaya seorang gadis dibawah umur, seorang pemuda nelayan asal Desa Gebang Anom Kecamatan Rowosari ini harus berurusan dengan yang berwajib kepolisian Polres Kendal.

PW (20) terpaksa harus meringkuk di tahanan Polres Kendal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya akibat ulahnya sendiri yang telah menodai SK (13) salah seorang gadis warga Desa Kaliyoso Kecamatan Kangkung dan masih berstatus pelajar SMP ini.

Bermula, sekitar pukul 19.30 WIB pada hari Selasa (5/5) lalu, korban di SMS oleh pelaku untuk datang ke rumahnya di Desa Gebang Anom. Namun setelah sampai di rumahnya, korban diajak ke rumah temannya untuk bermain bilyard. Tapi, sesampainya di tempat bilyard justru bola yang digunakan untuk bermain tidak ada.

Akhirnya korban oleh pelaku bersama temannya diajak ke sebuah tempat penggilingan padi. Dibelakang tempat penggilingan padi, pelaku SMS dua orang teman yang lain untuk datang membawa minuman beralkohol.

Begitu kedua temannya datang sambil membawa miras, korban di minta ikut minum-minuman keras bersama oleh pelaku dan ketiga temannya yang lain. Setelah korban terpengaruh minuman keras tersebut, dengan kondisi setengah sadar korban dipaksa untuk melakukan hubungan seks oleh para pelaku.

“Saya memang SMS dia (Korban SK-Red) untuk datang bermain kerumah. Sesampainya di rumah kemudian saya ajak keluar untuk bermain ke tempat bilyard. Lha dia sendiri juga mau kok dengan saya, apalagi dia sering dibawa para cowok lain,” aku PW.

Ia mengatakan, saat akan bermain bilyard kondisi hujan. Kemudian korban dibawa ke tempat yang lain dan diajak minum bersama.

“Dia (korban-RED) sudah biasa juga minum-minuman keras, teman-teman saya banyak yang bilang begitu,” imbuhnya.

Sementara PW juga mengaku saat ditangkap petugas polisi, dirinya tengah asyik bermain Play Station (PS) di rumah tetangganya, Rabu (6/5) siang.

“Saya kaget, tiba-tiba datang petugas polisi berpakaian preman langsung memborgol kedua tangan saya. Lalu oleh petugas saya dibawa ke Polsek Weleri. Dan akhirnya saya ditahan di Polres Kendal,” ujarnya dengan nada sesal dan sedih.

Kapolres AKBP Widi Atmoko SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Ardiansyah mengatakan berkat adanya laporan dari orang tua korban tentang kejadian yang menimpa pada anaknya. Pihaknya, kemudian melakukan penyelidikan dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Selang sehari dalam waktu yang singkat pelaku dapat kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami berpesan agar para orang tua harus hati-hati dan memberikan pengertian terhadap anak-anaknya supaya berteman dengan yang baik. Apalagi masih berstatus pelajar, ini juga demi masa depan mereka kedepan,” terangnya.

Petugas juga melakukan penyitaan beberapa barang milik korban untuk dijadikan sebagai barang bukti. Diantaranya, satu buah baju lengan pendek motif kotak-kotak warna ungu putih, satu buah celana panjang jeans warna biru tua, satu buah BH warna hijau putih serta satu celana dalam warna putih.  

Atas kasus tersebut pelaku dikenakan pasal 81 dan atau 82 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 285 KUHP dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.(BJ19)