Forum Anak Jateng Ajak Pemerintah Wujudklan Gerakan Cerdas dalam Bermedia Sosial

Kristina menyerahkan tujuh butir hasil konferensi Forum Anak se-Jateng kepada Gubernur Ganjar Pranowo
              Purbalingga, 30/7 (BeritaJateng.net)  – Forum Anak Jawa Tengah mengeluarkan tujuh butir  ‘Suara Anak Jateng’ dalam hal penggunaan media sosial. Forum anak menilai, dampak pemanfaatan media sosial yang tidak cerdas akan berakibat buruk terhadap anak. Suara Anak itu merupakan hasil perumusan pada konferensi Forum Anak Jateng pertengahan Juli 2017 lalu.
            Salah satu peserta konferensi Kristina Setyaningrum, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Wonosobo mengungkapkan, ada tujuh butir ‘Suara Anak Jateng’  yang perlu disikapi pemerintah dan masyarakat. Pertama, mengharap pemerintah bersama masyarakat bergandeng tangan untuk mewujudkan gerakan bersama melindungi anak dengan gerakan cerdas dari media sosial dan cerdas menggunakan media sosial.  Kedua, memohon kepada pemerintah untuk memfasilitasi forum anak guna meningkatkan kapasitas serta peran sebagai pelopor dan pelapor dalam perlindungan anak melalui cerdas bermedia sosial.
              “Ketiga, mendukung pemerintah dalam program ketahanan keluarga sebagai upaya pencegahan pola asuh yang tidak sesuai dengan mendampingi anak dalam mengakses media sosial. Keempat, mengajak forum anak dan masyarakat untuk aktif dalam mensosialisasikan internet secara sehat. Kelima, pemerintah, masyarakat dan forum anak bergandeng tangan memfasilitasi dan dan menyediakan fasilitas publik ramah anak dengan menghadirkan kembali kesenian dan permainan tradisional anak, dan  mengurangi penggunaan gadget dan menggunakan waktu secara bertanggungjawab. Keenam, mendorong pemerintah dalam hal kebijakan dan program terkait pengawasan informasi yang layak anak, dan ketujuh,  mengoptimalkan layanan kepada anak berkebutuhan khusus tanpa diskrimniasi khususnya dalam mengakses informasi yang layak anak,” kata Kristina, Sabtu (29/7).
               Kristina menambahkan, konten-konten media sosial dan internet yang dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak sejatinya dapat memberikan dampak pengaruh positif. Media sosial dapat membantu anak untuk mengetahui dunia luar dan update informasi terbaru serta membantu di dalam belajar mereka karena bisa mencari materi-materi pelajaran dengan mudah dan cepat.  Namun media sosial juga bisa memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak karena di dalamnya juga terdapat situs-situs pornografi, radikalisme, dan berita-berita hoax.
              “Oleh karenanya, anak-anak membutuhkan pendampingan dari orang tua agar mereka tahu yang diakses di dunia maya baik atau buruk untuk mereka,” katanya.
                Kristina mengatakan kebanyakan anak mengakses situs-situs di internet tanpa disaring karena mereka senang dan ingin mengakses informasi seluas-luasnya. Sehingga diperlukan bimbingan dari orang tua untuk dapat mengingatkan situs-situs yang tidak baik dan harus dihindari.  “Karena kami masih usia-usia anak, jadi kami perlu bimbingan dari orang tua saat bermain media sosial. Karena mungkin ada anak-anak yang saat bermain yang penting saya senang akhirnya saya bisa mengakses apapun itu yang saya suka tanpa saya saring dulu,” katanya.
                Kristina yang bercita-cita ingin menjadi duta besar itu juga memberikan pesan kepada kawan-kawannya agar lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial.  “Kalau menggunakan media sosial silahkan gunakan media sosial dengan cerdas dengan bijak. Silakan posting ataupun berkomentar hal-hal yang positif, dan teman-teman harus selalu mencari hal-hal positif di internet,” katanya. (yit/el)

Tulis Komentar Pertama