Home News Update FLS2N Wadahi Potensi dan Bakat Seni Siswa

FLS2N Wadahi Potensi dan Bakat Seni Siswa

Kondisi saat lomba FLS2N
Kondisi saat lomba FLS2N
Kondisi saat lomba FLS2N

Semarang, 13/05 (BeritaJateng.net) – Pemkot Semarang melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan tahunan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kota Semarang untuk mewadahi potensi dan bakat seni yang dimiliki siswa.

“FLS2N ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan mutu akademis dan non akademis, mutu akademis seperti mata pelajaran IPA, IPS dan Bahasa, sedangkan non akademis bisa berupa olahraga dan seni, ” ungkap Drs. Sutarto, MM Kepala Bidang Dikdasmen Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Kegiatan yang digelar di Aula Sekolah Menengah Atas (SMA) N 1 Semarang ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi se Kota Semarang Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) baik Negeri maupun Swasta.

Ada tiga perlombaan yang diselenggarakan, yaitu Lomba Seni Baca Puisi, Lomba Seni Cipta Puisi, Lomba Seni Solo Vokal.

Dalam Lomba Seni Baca Puisi bertajuk ‘Dengan Puisi Kita Ekspresikan Perasaan dan Gagasan yang Mencerminkan Semangat Revolusi Mental’ diikuti sebanyak 50 siswa tingkat SMA sekota Semarang.

Sedangkan, Lomba Seni Cipta Puisi diikuti oleh 40 siswa, Lomba Seni Solo Vokal diikuti oleh 49 siswa dengan rincian putra 23 siswa, putri 26 siswa.

Menurut salah satu juri Lomba Seni Baca Puisi, Nuryanto dari Sanggar Teater Nawiji, menyebutkan bahwa sistem penilaiannya meliputi tiga kriteria, yaitu kesesuaian tema, originalitas karya, dan estetika.

“Untuk persiapannya, seorang peserta harus punya talent dalam mengikuti perlombaan, dilihat dari penilaian gurunya dari masing-masing sekolah. Melalui proses kreatif membuat puisi, mampu mengaplikasikan tema dengan estetika bahasa,” paparnya.

Sementara itu, Jaka Panji salah sari juri lomba cipta puisi menjelaskan, lomba ini dilakukan secara langsung, orisinalitas harus langsung dilakukan pada saat lomba, meskipun tema sudah diberikan sebelum lomba dimulai.

“Akan ada babak eksekusi, hanya diambil 6 – 8 siswa kemudian diuji secara spontan  diberi tema baru serta cara mengaplikasikan tema tersebut,” ujarnya.

Menurutnya Juri Cipta Puisi, yang juga aktivis salah satu sanggar teater di Semarang, Setia Naka Andrian mengatakan, capaian siswa SMA dalam mengikuti lomba terlihat dari pengalaman batin, spiritual karena teks puisi bukan teks biasa, memerlukan keahlian dalam menafsirkan kenyataan.

“Dari pengalaman spiritual dan sosial inilah yang membentuk kemampuan siswa dari dalam, ” imbuh Naka.

Koordinator Lomba FLS2N Dra. Sriwiyanti, M.Pd menyatakan, untuk sistem penilaian lomba Seni Solo Vokal dinilai dari Materi Vokal, Teknik Vokal dan Penjiwaan atau interpretasi penampilan serta penguasaan panggung. Nantinya akan diambil Juara I, II dan III.

Sedangkan untuk yang mewakili tingkat Provinsi diambil dari Juara I Putra dan Juara I Putri dari masing-masing perlombaan. Sistem penyisihan diberlakukan dengan mengambil 5 – 10 finalis, baik putra maupun putri. (Mg-1)

Advertisements