FK Metra Purbalingga Juara I Tingkat Eks Bakorwil III

Penampilan FK Metra Purbalingga saat babak penyisihan di Kabupaten Brebes.
            Purbalingga, 9/6 (BeritaJateng.net) – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Purbalingga yang merupakan binaan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga berhasil meraih juara I babak penyisian lomba FK Metra se- eks Bakorwil III. Lomba digelar di Sanggar Praamuka Kabupaten Brebes. FK Metra Purbalingga selanjutnya akan mengikuti lomba serpa pada babak final yang akan digelar 20 Agustus 2017 mendatang.
            Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Purbalingga, Tri Gunawan, SH, MH mengungkapkan, berdasarkan pemberitahuan surat dari Kepala Dinas Kominfo Jateng nomor 748.1126.VI/2017 tertanggal 25 Mei 2017, FK Metra Purbalingga ditetapkan sebagai juara pada babak penyisihan se wilayah eks Bakorwil III.
           “Atas prestasi ini, FK Metra Purbalingga akan mengikuti babak final yang digelar pada 20 Agustus 2017 dalam rangkaian Jateng Fair. Purbalingga akan bersaing dengan kabupaten lain yang mewakili eks Bakorwila lainnya, yakni FK Metra Kabupaten Rembang dan FK Metra Kabupaten Karanganyar,” kata Tri Gunawan, Jum’at (9/16).
            Tri Gunawan menambahkan, FK Metra merupakan sarana menyalurkan pesan-pesan atau informasi kepada masyarakat luas melalui media tradisional. “Dinkominfo memiliki tugas untuk mensosialisasikan program pembangunan dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, salah satunya melalui sarana media tradisional. Melalui FK Metra ini sekaligus untuk nguri-nguri budaya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat,” tambahnya.
           Sementara itu, FK metra Purbalingga saat tampil di Brebes membawakan lakon ‘Molek Ngglatek Ketemu Dewek’. Lakon itu menyesuaikan dengan tema yang diminta oleh panitia dari Dinkominfo Jateng ‘Mboten Korupsi, Mboten  Ngapusi’.
           Sutradara pementasan Sutarko Gareng mengungkapkan, lakon‘Molek Ngglatek Ketemu Dewek’ mempunyai arti jika seseorang pejabat atau pelayan masyarakat yang memiliki wewenang dan menyalahgunakannya serta bersikap koruptif akhirnya akan menanggung akibatnya sendiri. Mereka harus menghadapi tuntutan tindak pidana dan harus menanggung akibat untuk dipenjara.
             “Lakon itu kami sesuaikan dengan tema seleksi FK Metra tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan berlangsung di Kabupaten Brebes, pekan depan. Panitia dari Dinas Kominfo Provinsi Jateng mengarahkan tema ‘Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi,” kata Sutarko yang juga kepala SDN 1 Sidareja, Kecamatan Kaligondang.
              Melalui lakon itu, lanjut Sutarko, pelaku seni ingin mengajak kepada para pejabat untuk mematuhi aturan agar tidak melanggar tindakan korupsi seperti yang tertuang pada Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. “Yang menerima suap dan yang menyuap juga sama-sama harus menanggung akibat hukum, oleh karenanya masyarakat juga jangan sampai melakukan perbuatan yang melanggar undang-undang,” ajak Sutarko. (yit/el)

Tulis Komentar Pertama