Home Headline Finger Locator Belum Dioperasikan di Lokasi Ekor Pesawat

Finger Locator Belum Dioperasikan di Lokasi Ekor Pesawat

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, 8/1 (BeritaJateng.net) – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) F Henry Bambang Soelistyo mengatakan, “finger locator” untuk mendeteksi badan pesawat dan kotak hitam (black box) pesawat Air Asia masih belum dioperasikan di lokasi penemuan ekor pesawat.

“Kita belum lakukan karena langkah kita untuk memastikan kalau black box masih menempel di ekor atau sudah tidak pada tempatnya,” kata Soelistyo di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, kalau mengoperasikan finger locator tidak boleh ada gangguan dari kapal-kapal disitu, sehingga area pencarian harus bersih dari kapal.

Memasuki hari ke 12 operasi pencarian pesawat AirAsia QZ 8501, Badan SAR Nasional (Basarnas) fokus untuk menemukan kotak hitam (blackbox) pesawat.

“Setelah bagian ekor pesawat ditemukan, maka rencana kita secara bertahap untuk memastikan apakah blackbox masih berada diposisinya di bagian ekor itu atau sudah terlepas dari tempatnya semula,” katanya.

Lebih lanjut Soelistyo menjelaskan, rencana operasi hari ini, jika blackbox masih melekat pada tempatnya maka harus koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) apakah boleh ekor diangkat sekaligus.

“Jadi keputusan ada di KNKT, kita hanya membantu dan kita sudah siap dengan crane yang ada di kapal Crestonyx,” katanya.

Pencarian pesawat AirAsia juga memanfaatkan teknologi sonar untuk mendeteksi lokasi badan pesawat dan kotak hitam.

“Jika sedang dilakukan penyelaman tidak boleh ada sonar yang dihidupkan untuk keselamatan penyelam karena telinga penyelam bisa rusak,” ujar Soelistyo. (ant/BJ)