Home Hiburan Film Horor Nini Thowok Kenalkan Bangunan Sejarah Jateng

Film Horor Nini Thowok Kenalkan Bangunan Sejarah Jateng

3725
0
Pemain Film Horor Nini Thowok.

Semarang, 31/1 (BeritaJateng.net) – Film Horor atau mistis menyeramkan sangat digandrungi oleh masyarakat, karena cerita sangat lekat dengan mitos yang ada dimasyarakat umumnya. Seperti yang akan dirilis pada 1 Maret 2018 mendatang Film Horor berjudul Nini Thowok yang mempromosikan bangunan cagar budaya dan bersejarah di Jawa Tengah.

Hal tersebut dikatakan oleh Ingrid Widjanarko, salah satu pemeran Mbok Girah dalam film Nini Thowok bahwa film tersebut banyak melakukan pengambilan shoting di bangunan-bangunan bersejarah di Jawa Tengah,  diantaranya di Pabrik Gula Klaten hingga bangunan tua lainya di kota Sukoharjo,  Solo dan Jogja.

“Film ini juga mengenalkan beberapa bangunan bersejarah di Jateng,  karena lokasi shotingnya banyak dibangunan tua,  seperti di pabrik gula Klaten,  dan bangunan tua dikota lainya Jogja, Sukoharjo, dan Solo,” terangnya saat melaksanakan meet and great para pemain dan sutradara film Nini Thowok di SMK 2 N Semarang.

Sementara itu Hendro Djasmoro, Produser film Nini Thowok menambahkan bahwa banyak orang kurang mengetahui Nini Thowok.

Film Nini Thowok ini diangkat dari cerita legenda zaman dahulu, Nini Thowok adalah permainan mistis seperti jalangkung, namun Nini Thowok ini berupa orang-orangan sawah denga kepala batok kelapa. Diterangkannya bahwa di Indonesia sendiri begitu banyak urban legend atau cerita misteri yang tumbuh dan muncul ditengah masyarakat. Salah satunya, di masyarakat Jawa ada sebuah permainan bernama Nini Thowok sebagai warisan nenek moyang di zaman dahulu, ketika mereka percaya terhadap kepercayaan animisme. Namun kapan munculnya permainan Nini Thowok tidak diketahui dengan jelas.

Hans Overbeck pada tahun 1938 dalam bukunya berjudul Javaanche Meisjesspelen en Kinderliedjes telah mencatat permainan Nini Thowok sebagai salah satu jenis permainan dari 690 jenis permainan di Indonesia.

“Legenda Nini Thowok yang sangat populer inilah, memicut rumah produksi TBS Films dengan trio produsernya yakni saya Hendro Djasmoro, Ronny Irawan dan Andreas Setia Putra, untuk mengangkatnya ke media film layar lebar dengan judul yang sama, yakni “Nini Thowok”. Film bergenre horor ini dibintangi oleh Natasha Wilona, artis muda berbakat, dan sederet bintang lainnya yaitu Ingrid Widjanarko, Jajang C. Noer, Gesata Stella, Slamet Ambari, serta pemain anak-anak Nicole Rossi dan Rasyid Al Buqhory, dan skenario ditulis oleh Alim Sudio & Erwin Arnada, diperkuat oleh penulis novelis hits Agnes Davonar sebagai creative advisor,” tuturnya.

Lanjutnya, Film Nini Thowok inipun sekaligus menjadi penanda kembalinya si anak hilang, Erwin Arnada, terjun kembali ke dunia perfilman nasional, khususnya film horor. Erwin yang saya kenal sebagai journalist, memang juga populer dikalangan dunia perfilman lewat produksinya seperti Jelangkung (2002), Tusuk Jelangkung, Bangsal 13, Catatan Akhir Sekolah, 30 Hari Mencari Cinta, dan sebagainya. Erwin yang hijrah dan menghabiskan waktunya di Pulau Bali ini, justru tertantang menjajal kemampuannya selaku sutradara di film ini.

“Di Indonesia masih banyak sekali penggemar film horor, saya kira film ini sangat mampu menarik penggemar film horor. Selain itu film ini juga memberikan edukasi tentang cerita legenda zaman dulu, dan tentunya mengenalkan bangunan-bangunan tua bersejarah yang ada di Indonesia,” tambahnya. (AK/El)