Home Hiburan “Festival Pork”, Keunikan Olahan Khusus Daging Babi Sambut Imlek 2016

“Festival Pork”, Keunikan Olahan Khusus Daging Babi Sambut Imlek 2016

Semarang, 22/1 (BeritaJateng.net) –¬†Menyambut Perayaan Imlek 2016 akan ada festival yang belum pernah ada di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, yaitu ‘Pork Festival’ yang menyuguhkan anekan olahan masakan berbahan dasar daging babi.

Komunitas Kuliner Semarang yang memiliki 74 ribu anggota ini berinisiatif membuat konsep baru, semua makanan yang nantinya dijajakan 20 stand di ‘Pork Festival’ semuanya merupakan olahan daging babi.

Founder Komunitas Kuliner Semarang, Firdaus Adi Negoro mengungkapkan jika pihaknya menyelenggarakan festival ini secara serius agar kota Semarang bisa dilirik kota lain.

Ia menambahkan bahwa anggota komunitas Kuliner Semarang ada yang muslim dan non muslim.

“Festival ini segmennya khusus dan spesial untuk non muslim karena berkenaan menyambut perayaan Imlek,” ujarnya saat diwawancarai di Sri Ratu Pemuda lantai 1, Jumat (22/1) siang.

Menurutnya, festival ini untuk membudayakan perbedaan. Selain itu juga menjelaskan kepada masyarakat maupun pengunjung makanan yang jelas-jelas mengandung babi ada wadah khusus untuk mengkreasikan olahan daging babi.

Ia menyebutkan untuk olahan daging babi dalam festival yang akan digelar tanggal 4-8 Februari 2016 pukul 10.00-21.00 WIB di Tenda Parkir Sri Ratu berukuran 480 m2 ini menyajikan berbagai masakan yang cukup unik seperti babi gongso, resep warisan sate babi, dessert babi, olahan kaki babi, rolade babi dan nasi bakar babi.

“Dalam mengolah daging babi membutuhkan waktu masak yang cukup lama. Dalam festival ini juga ada babi guling seperti di Bali, akan tetapi sudah dipotong kecil-kecil, harganya berkisar 20 ribu ke atas,” terang Firdaus.

Pihaknya juga menyediakan tempat untuk yang beragama muslim menjajakan masakan halal, yakni 2 tenda di luar area festival. Ia berharap Semarang memiliki festival yang unik dan menjadi event tahunan.

“Pendidikan toleransi kepada masyarakat perlu dipupuk, salah satunya melalui festival ini. Perbedaan harus diterima dengan tangan terbuka. Semoga Semarang menjadi kota tujuan wisata kuliner yang unik bagi kota lain,” pungkasnya. (BJT01)