Home Hiburan Festival Payung Indonesia diharapkan mampu bangkitkan ekspor

Festival Payung Indonesia diharapkan mampu bangkitkan ekspor

Festival Payung Indonesia
Festival Payung Indonesia

 

Festival Payung Indonesia
Festival Payung Indonesia

Solo, 27/11 (BeritaJateng.Net) – Para pengrajin asal Juwiring Kabupaten Klaten, berharap dengan kegiatan “Festival Payung Indonesia 2014” yang digelar di Taman Balekambang Solo, mampu membangkitkan kembali produksinya dan pasar ekspor ke luar negeri.

“Pengrajin berharap kegiatan festival payung yang diselenggarakan olehi Kementerian Pariwiata melalui Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya tersebut mampu menggairahkan di pasar lokal maupun luar negeri,” kata Heri Wibowo salah satu pengrajin “Payung Wisnu” asal Dukuh Gumantar Juwiring Klaten, Kamis (27/11).

Menurut dia, sejarah adanya pengrajin payung zaman dahulu berawal dari punggawa Kraton Surakarta yang membuat payung untuk kebutuhan kraton pada sekita 1960-an. Mereka membuat di rumah dan di Klaten ada tiga desa yang memprouksi payung.

Tiga desa di Juwiring Klaten tersebut, kata dia, yakni Tanjung, Kewarasan dan Kenaiban. Daerah ini, pada tahun 1980-an jumlah mengrajin ada sekitarc 300 hingga 400 orang.

Bahkan, produksi payung Juwiring sempat diekspor ke beberapa negara lain antara lain Italia, Australia dan Prancis. Pada zaman duhulu produksi setiap pengarajin bisa mencapai sekitar 400 buah per hari.

Namun, pengajian asal Juwiring tersebut dari tahun ke tahun semakin berkurang dan 1990-an maish bertahan 50 pengrajin. Dan jumlah pengrajin kini yang bertahan sebanyak 11 orang, karena kurangnya didukung pemerintah dalam pemasaran.

Menurut Heri Wibowo, produksi payung sekarang sudah banyak gunanya bukan hanya untuk melindung panas dan hujan, tetapi bisa digunakan untuk seni tari, properti atau hiasan taman, fashion, dan kuliner.

“Kami berharap pasar lokal maupun ekspor kembali bergairah dan membangkitkan produksi payung terus yang kini mulai digemari luar negeri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Kota Surakarta, Eni Tyasni Susana, mengatakan, Festival Payung Indonesia 2014 di Solo, yang dihelar mulai tanggal 28 hingga 30 November mendatang, merupakan yang pertama dan menjadi agenda tahunan.

Kegiatan festival payung yang diselenggarakan oleh Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya tersebut, kata dia, diharapkan mampu menggairahkan wisatawan di Kota Solo, juga para pengrajin payung yang lesu.

Menurut dia, dalam festival tersebut akan menampilkan sejumlah kegiatan, seperti workshop, melukis payung dan pertunjukan seni payung. Tahun ini, diikuti lima provinsi yakni jawa Tengah, Sumatera Barat, Yogyakarta, Bali, dan Jawa Barat.

Bahkan, Festival Payung Indonesia di Kota Solo, pada penyelenggaraan tahun berikutnya akan diikuti tingkat internasional, Karena, Tiongkok tertarik dengan Solo sebagai kota seni budaya beraneka ragam.

Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata HM Amansyah, mengatakan, Festival Payung Indonesia di Solo, yang pertama tahun ini kegiatan nasional, dan 2015 akan diikuti internasional, sehingga menghadirkan delegasi kebudayaan asing seperti Negera Tiongkok yang mulai tertarik.

“Kami berharap dengan festival payun itu, menjadi daya tarik wisatawan asing datang ke Indonesia, dan menggiatkan pengrajin payung lebih produktif di pasaran baik lokal maupun internasional,” katanya. (ant/pri)